Beranda blog

Bupati Pulau Taliabu Percayakan Gesbert Tani Jabat Plt. Direktur RSUD Bobong

BOBONG, AM.com – Bupati Kabupaten Pulau Taliabu, Sashabila Widya Lufitalia Mus, resmi menunjuk Gesbert Tani sebagai Pelaksana Tugas Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bobong

Penunjukkan tersebut sebagaimana tertuang dalam penyerahan Surat Keputusan (SK) yang diserahkan langsung oleh Bupati Pulau Taliabu kepada Gesbert Tani yang menggantikan dr. Tri Harmono sebagai Direktur RSUD Bobong. Jumat (16/10/2026)

Bupati Kabupaten Pulau Taliabu, Sashabila Mus menyampaikan bahwa penyerahan SK tersebut merupakan bagian dari langkah administrasi pemerintahan dalam memastikan keberlangsungan pelaksanaan tugas dan fungsi manajemen RSUD Bobong

“Saya mengharapkan kepada Direktur RSUD yang baru dapat menjalankan tugas dan tanggungjawab sesuai dengan ketentuan yang berlaku, serta menjaga kelancaran pelayanan kesehatan” Ujar Bupati Sashabila

Lebih lanjut, Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Taliabu berharap penugasan ini dapat mendukung koordinasi internal, meningkatkan efektivitas pengelolaan rumah sakit, dan memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik.

“Pemerintah Daerah terus komitmen untuk memperhatikan tata kelola fasilitas pelayanan kesehatan sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Kabupaten Pulau Taliabu” tandasnya.

Karhutla Terkendali, Pemda Pulau Taliabu Turunkan Status Tanggap Darurat ke Transisi Pemulihan

BOBONG, ASPIRASIMALUT.COM – Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu menurunkan status penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari tanggap darurat menjadi transisi darurat menuju pemulihan. 

Keputusan ini diambil setelah sebagian besar titik api berhasil dikendalikan, meski pemantauan terhadap sisa bara api masih terus dilakukan untuk mengantisipasi kebakaran susulan.

Status transisi darurat tersebut berlaku selama tujuh hari, terhitung mulai 16 hingga 22 Oktober 2026. Kebijakan itu ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati Pulau Taliabu Nomor 172 Tahun 2026 tentang Penetapan Status Transisi Darurat Menuju Pemulihan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Wilayah Kabupaten Pulau Taliabu.

Bupati Pulau Taliabu, Sashabila Mus, mengatakan keputusan menurunkan status darurat didasarkan pada perkembangan kondisi di lapangan yang menunjukkan situasi semakin terkendali.

Menurutnya, sebagian besar titik api yang sebelumnya membakar kawasan hutan dan lahan telah berhasil dipadamkan oleh satuan tugas (Satgas) gabungan.

“Sebagian besar titik api yang sebelumnya membakar wilayah hutan dan lahan dilaporkan telah padam dan berhasil dikendalikan oleh tim Satgas gabungan,” ujarnya.

Meski demikian, Bupati menegaskan bahwa penurunan status tidak serta-merta menghilangkan risiko kebakaran. Petugas masih melakukan pemantauan secara ketat di sejumlah titik yang menyisakan bara api guna mencegah munculnya titik api baru.

Seiring kondisi lapangan yang berangsur stabil, pemerintah daerah mulai mengalihkan perhatian pada pendataan dampak kerusakan, penghitungan kerugian, serta penyusunan langkah pemulihan ekonomi bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu menargetkan upaya pemulihan tersebut dapat dianggarkan pada Tahun Anggaran 2027 hingga 2028, dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah.

Bupati menekankan pentingnya perhitungan yang terukur agar pemerintah memiliki dasar yang jelas dalam menentukan bentuk penanganan dan pemulihan yang dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

“Setidaknya pemerintah daerah wajib memiliki perhitungan atas kemampuan dan ketidakmampuan yang mungkin kita dapat pertanggungjawabkan kepada masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Pulau Taliabu, Dr. Yosar Kardiat, menjelaskan bahwa penetapan status transisi darurat merupakan tahap penghubung antara penanganan kedaruratan dan pemulihan pascabencana.

Ia menyebut perubahan status dilakukan karena ancaman utama karhutla di lapangan dinilai telah terkendali. Namun, sisa risiko kebakaran dan dampak yang ditimbulkan masih membutuhkan penanganan secara terencana, disertai kesiapsiagaan petugas.

“Perubahan status dilakukan karena ancaman utama karhutla di lapangan dinilai telah terkendali, meski sisa risiko dan dampak bencana masih perlu ditangani secara terencana dengan tetap menjaga kesiapsiagaan,” jelasnya.

Yosar menegaskan, status transisi darurat tidak boleh dimaknai sebagai berakhirnya upaya penanganan karhutla. Pemerintah daerah, menurutnya, tetap berkewajiban memastikan pemantauan lapangan, koordinasi lintas instansi, serta pelayanan kepada masyarakat berjalan sebagaimana mestinya.

“Perlu ditegaskan bahwa peralihan status menuju pemulihan bukan berarti penanganan karhutla dihentikan. Koordinasi, kesiapsiagaan, dan pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan sebagaimana mestinya,” pungkasnya.

Dengan diberlakukannya status transisi darurat, tantangan berikutnya bagi Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu adalah memastikan pengendalian kebakaran tetap terjaga sekaligus menyiapkan langkah pemulihan yang terukur bagi masyarakat terdampak.

Pemulihan tidak hanya bergantung pada berakhirnya titik api, tetapi juga pada kemampuan pemerintah menghitung kerugian, menentukan prioritas penanganan, serta menyiapkan dukungan bagi warga yang terdampak sesuai kemampuan anggaran daerah.

Wabup Taliabu Tinjau Posko Tanggap Darurat Karhutla, Pastikan Pasokan Logistik Tetap Tersedia

BOBONG, AM.com – Wakil Bupati Kabupaten Pulau Taliabu, La Ode Yasir melakukan peninjauan ke sejumlah posko tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan di Pulau Taliabu. Kamis (15/10/2026)

Hal tersebut dilakukan guna memastikan kesiapsiagaan dalam penanganan karhutla di Pulau Taliabu berjalan optimal

Dalam kunjungannya, Wakil Bupati Pulau Taliabu mengatakan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mengambil langkah penanganan terbaik

Selain itu, juga untuk memastikan pasokan logistik serta peralatan penunjang untuk penanganan karhutla tetap tersedia

Tak hanya itu, ia juga memberikan apresiasi kepada masyarakat dan personel gabungan yang sebagai garda terdepan dalam menangani karhutla 

“Harapan kami dengan adanya kesiapan posko dan bantuan penunjang ini, kinerja seluruh tim gabungan di lapangan semakin maksimal. Kita ingin memastikan wilayah Nggele benar-benar aman, seluruh potensi titik api dapat diantisipasi, dan tidak ada lagi sisa bara api yang membahayakan” tandasnya

Tim Gabungan Tanggap Darurat Karhutla Pulau Taliabu Terus Fokus Padamkan Titik Api dan Lakukan Cooling Down

BOBONG, AM.com – Tim gabungan penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, tetap fokus melakukan pemadaman serta pendinginan (cooling down) di sejumlah titik api pada hari terakhir masa tanggap darurat. Kamis, (15/10/2026)

Kepala Satpol PP dan Damkar Pulau Taliabu, Abdul Jalil menyampaikan dalam pelaksanaan tugas di hari terakhir tanggap darurat ini, segenap personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) dikerahkan penambahan personil menuju Posko Utama Desa Nggele

“Mereka bergabung bersama unsur TNI, Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta warga setempat untuk mengepung titik api yang berlokasi di area ekstrem kawasan Air Lise,” ujarnya

Ia menjelaskan, langkah ini diambil guna memastikan seluruh area terdampak benar-benar padam dan terhindar dari risiko timbulnya titik api baru.

“Selain upaya pemadaman utama pada api yang masih berkobar, petugas di lapangan melakukan penyisiran secara berkala untuk membasahi sisa-sisa bara api yang tersembunyi di dalam tanah,” jelasnya

Kasat Abdul menekankan, seluruh tim di lapangan telah diinstruksikan untuk selalu mematuhi standar operasional prosedur dan memprioritaskan keselamatan jiwa selama bertugas di lokasi yang berisiko tinggi.

“Keselamatan personel adalah prioritas utama kami dalam setiap aksi penanganan bencana. Medan di kawasan Air Lise ini memiliki tingkat kesulitan tinggi, sehingga koordinasi yang ketat dan kewaspadaan ekstra sangat dibutuhkan oleh seluruh tim,” tegas mantan Camat Tabona ini

Lebih lanjut, ia menuturkan, walaupun status masa tanggap darurat secara administratif berakhir pada hari ini, kerja keras tim penanggulangan karhutla tidak langsung berhenti begitu saja.

“Pihak pemerintah daerah bersama instansi terkait akan terus menyiagakan personel untuk melakukan pemantauan dan patroli berkala di titik-titik rawan,” imbuhnya

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu turut memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari aparat keamanan, petugas lapangan, hingga jajaran relawan dan warga desa.

“Sinergi dan kepedulian yang ditunjukkan oleh masyarakat Taliabu dinilai menjadi kunci utama dalam upaya mengendalikan sebaran api hingga situasi dinyatakan aman terkendali,” tandasnya

Buka Sosialisasi TKA dan Refleksi Rapor Pendidikan, Wabup Taliabu Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan

BOBONG, AM.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Pulau Taliabu menggelar sosialisasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan refleksi Rapor Pendidikan bagi jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kamis (15/10/2026)

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui evaluasi yang sistematis, terukur, dan berbasis data.

Wakil Bupati Pulau Taliabu, La Ode Yasir, dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) merupakan fondasi utama yang menentukan masa depan daerah. Menurutnya, kualitas generasi Taliabu di masa mendatang sangat bergantung pada mutu pendidikan yang diberikan saat ini.

“Pembangunan sumber daya manusia (SDM) merupakan fondasi paling krusial dalam menentukan masa depan sebuah daerah. Kualitas SDM Taliabu di masa depan sangat ditentukan oleh sejauh mana kualitas layanan pendidikan yang kita berikan pada hari ini,” ujar La Ode Yasir.

Ia menekankan bahwa evaluasi pendidikan tidak boleh dilakukan sekadar untuk memenuhi kewajiban administratif. Sebaliknya, evaluasi harus menjadi instrumen penting untuk mengidentifikasi persoalan, mengukur capaian, dan merumuskan kebijakan pendidikan yang tepat sasaran.

Menurutnya, refleksi Rapor Pendidikan dan sosialisasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) merupakan dua instrumen strategis yang dapat digunakan untuk memetakan mutu pendidikan sekaligus mendorong peningkatan kualitas pembelajaran di Kabupaten Pulau Taliabu.

La Ode Yasir menjelaskan bahwa Rapor Pendidikan merupakan instrumen evaluasi komprehensif yang mengintegrasikan berbagai data, mulai dari capaian pembelajaran, mutu proses belajar-mengajar, hingga kondisi lingkungan belajar di setiap satuan pendidikan.

Melalui mekanisme Perencanaan Berbasis Data (PBD), sekolah diharapkan meninggalkan pola penyusunan program yang hanya bertumpu pada asumsi, kemudian beralih pada perencanaan yang didasarkan pada kondisi riil dan kebutuhan masing-masing sekolah.

Ia juga mengingatkan para kepala sekolah agar tidak memandang hasil refleksi Rapor Pendidikan sebagai alat untuk menghakimi atau memberikan sanksi atas kekurangan yang ditemukan.

“Saya menegaskan kepada seluruh kepala sekolah, refleksi Rapor Pendidikan bukanlah wadah untuk menghakimi atau memberi sanksi atas kekurangan yang ada. Sebaliknya, Rapor Pendidikan harus dimaknai sebagai cermin objektif yang memotret kondisi riil layanan pendidikan kita,” tegasnya.

Ia menambahkan, indikator yang masih membutuhkan pembenahan, terutama dalam aspek literasi, numerasi, dan karakter peserta didik, harus dijadikan dasar dalam menyusun program intervensi, penganggaran, serta kebijakan sekolah yang efektif dan efisien.

Dengan demikian, hasil evaluasi diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen laporan, tetapi benar-benar menjadi pedoman dalam menentukan langkah perbaikan kualitas pendidikan di setiap satuan pendidikan.

Selain refleksi Rapor Pendidikan, Wakil Bupati juga menyoroti pentingnya pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai instrumen untuk memperoleh gambaran capaian akademik peserta didik secara objektif dan terstandar.

Menurutnya, data TKA dapat membantu pemerintah daerah dan satuan pendidikan mengetahui tingkat penguasaan materi siswa, sekaligus mengidentifikasi kesenjangan capaian akademik antarsekolah maupun antarwilayah di Kabupaten Pulau Taliabu.

Informasi tersebut dinilai penting bagi para guru dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih responsif, inklusif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

“Melalui data TKA yang akurat, kita tidak hanya mengetahui tingkat penguasaan materi siswa, tetapi juga dapat mengidentifikasi kesenjangan capaian akademik antarwilayah dan antarsekolah di Kabupaten Pulau Taliabu,” jelasnya.

Ia berharap pemetaan tersebut dapat menjadi dasar bagi tenaga pendidik untuk memperkuat proses pembelajaran, termasuk mendorong kemampuan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS).

Dengan pendekatan tersebut, sekolah diharapkan mampu mengembangkan kemampuan analitis, pemecahan masalah, dan penalaran siswa, bukan hanya berorientasi pada penguasaan materi secara teoritis.

Lebih lanjut, La Ode Yasir menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu untuk terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui pemenuhan sarana dan prasarana, pemerataan akses pendidikan, serta peningkatan kualifikasi dan kompetensi tenaga pendidik.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh regulasi dan besarnya alokasi anggaran, tetapi juga oleh komitmen serta peran aktif guru dan tenaga kependidikan di lapangan.

Karena itu, ia meminta jajaran Dinas Pendidikan, pengawas sekolah, dan kepala sekolah agar menindaklanjuti hasil sosialisasi dengan langkah konkret di masing-masing satuan pendidikan.

Ia menegaskan, kegiatan tersebut tidak boleh berhenti pada sosialisasi dan formalitas semata. Hasil refleksi Rapor Pendidikan dan pemetaan TKA harus diterjemahkan menjadi rencana aksi atau action plan yang terukur dan dapat dilaksanakan.

Selain itu, kolaborasi antarguru melalui Komunitas Belajar (Kombel) perlu terus diperkuat guna mendorong pertukaran pengalaman, peningkatan kompetensi, dan pengembangan metode pembelajaran yang lebih efektif.

La Ode Yasir juga mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, menyenangkan, dan berpihak pada kebutuhan peserta didik.

Menutup sambutannya, Wakil Bupati mengajak seluruh pihak untuk menyatukan persepsi dan memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendorong kemajuan pendidikan di Kabupaten Pulau Taliabu.

Hematnya, peningkatan mutu pendidikan membutuhkan kerja sama yang berkelanjutan antara pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, pengawas sekolah, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta seluruh pihak yang memiliki perhatian terhadap dunia pendidikan.

“Mari kita bersatu padu, menyamakan persepsi, dan menguatkan sinergi lintas sektor demi mewujudkan pendidikan Pulau Taliabu yang berkualitas dan merata untuk semua,” tutupnya.

Melalui kegiatan sosialisasi TKA dan refleksi Rapor Pendidikan ini, diharapkan satuan pendidikan jenjang SD dan SMP di Kabupaten Pulau Taliabu semakin mampu memanfaatkan data sebagai dasar evaluasi dan perencanaan, sehingga berbagai program peningkatan mutu pendidikan dapat berjalan lebih terarah, efektif, dan memberikan dampak nyata bagi peserta didik.

Terus Bergerak Padamkan Titik Api, Tim Gabungan Juga Menyisir Bukit Salome Pakai Drone

BOBONG, AM.com – Tim gabungan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang ditugaskan dari Posko Utama Tanggap Darurat berhasil menjinakkan satu titik api di kawasan Bukit Salome, Kecamatan Taliabu, Rabu (14/10/2026).

Untuk memastikan pergerakan sisa api di medan yang terjal, petugas mengerahkan teknologi pesawat nirawak (drone) guna melakukan penyisiran udara pada malam hari.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Pulau Taliabu, Abdul Jalil, SE mengatakan, upaya pemadaman darat dan pemantauan udara tersebut difokuskan pada dua titik rawan yang berada di Bukit Salome dan Bukit Rumah Empat.

Personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, Pemadam Kebakaran, serta relawan lokal terus bersiaga penuh di Posko Pendukung Tanggap Darurat.

Ia menjelaskan, pemadaman intensif di area Bukit Salome telah membuahkan hasil positif dengan masuknya satu titik api ke tahap pendinginan.

Meski demikian, tim di lapangan memperkirakan masih terdapat masing-masing satu titik api aktif yang menyala di area Bukit Salome dan Bukit Rumah Empat.

Lanjut dia, penggunaan drone pada malam hari menjadi langkah strategis untuk memetakan sebaran titik api terbaru tanpa membahayakan keselamatan personel di medan yang curam.

“Pada malam hari, kami akan menerbangkan drone untuk memantau titik api dari ketinggian. Saat ini kami sedang menunggu hasil pantauan drone tersebut sehingga dapat memutuskan dan mengambil tindakan pemadaman yang tepat,” jelasnya.

Kasat Abdul mengungkapkan pergerakan tim gabungan dari Posko Utama hingga penyiapan pemantauan udara ini merupakan tindak lanjut dari instruksi khusus Bupati Pulau Taliabu.

“Bupati meminta seluruh unsur yang terlibat untuk melaksanakan tugas secara maksimal dan mengutamakan keselamatan, mengingat kondisi geografis menuju lokasi kebakaran memiliki kemiringan dan akses jalan yang terjal,” ungkapnya

Ia menambahkan, seluruh personel gabungan dipastikan tetap bertahan dan bersiaga di Posko Pendukung Tanggap Darurat Bukit Salome.

“Penyiagaan pasukan secara berkelanjutan ini dilakukan guna merespons cepat setiap perkembangan hasil pantauan udara serta mencegah meluasnya kobaran api ke area vegetasi di sekitarnya,” tandasnya

Bupati Pulau Taliabu Instruksikan Tim Gabungan Fokus Penanganan Karhutla di Posko Bukit Salome

BOBONG, AM.com – Posko utama tanggap darurat karhutla terus mengerahkan tim gabungan untuk memfokuskan penanganan karhutla di posko pendukung tanggap darurat Bukit Salome, Desa Padang, Kecamatan Taliabu Utara. Rabu (14/10/2026)

Hal itu dilakukan sebagaimana menindaklanjuti instruksi Bupati Pulau Taliabu dalam upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan di Pulau Taliabu.

Operasi pemadaman di lapangan mengintegrasikan personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, Aparatur Sipil Negara (ASN), serta jajaran pemerintah desa.

Sekretaris Daerah Kabupaten Pulau Taliabu, Dr. Yosar Kardiat, mengatakan pergerakan seluruh personel kini dipusatkan penuh di kawasan Bukit Salome agar penyisiran titik api di sekitar Desa Padang dan Desa Ufung berjalan efektif.

Ia menjelaskan, langkah percepatan penanganan ini diambil pemerintah daerah guna merespons aspirasi serta permintaan warga Desa Padang yang khawatir akan dampak meluasnya kobaran api.

“Sinergi seluruh unsur menjadi kunci utama dalam mempercepat pemadaman. Kami terus memperkuat koordinasi dan komunikasi antar-tim di lapangan agar informasi titik api dapat terbarukan dengan cepat dan langkah penanganan bisa dilakukan secara tepat sasaran,” ujar Yosar.

Di sisi lain, Yosar mengungkapkan bahwa kondisi medan di wilayah Taliabu Utara tergolong terjal dan sarat risiko keselamatan.

Oleh karena itu, pihak pemerintah daerah telah menginstruksi agar seluruh petugas di lapangan tidak mengabaikan faktor keselamatan jiwa di tengah situasi darurat.

“Kami mengimbau seluruh personel gabungan yang tengah menjalankan misi kemanusiaan tersebut untuk selalu menjaga kondisi fisik dan mengutamakan keselamatan,” imbaunya

Menurut Yosar, pemetaan potensi bahaya serta kecermatan dalam menghadapi kondisi medan perlu menjadi perhatian bersama dalam setiap pergerakan operasi pemadaman.

” Semoga melalui kerja sama yang erat antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan komponen masyarakat, pemerintah daerah optimistis penanganan Karhutla dapat berjalan optimal serta risiko penyebaran api dapat segera diminimalkan,” pungkasnya

Tak Tinggal Diam, Bupati Taliabu Serap Langsung Keluhan Petani Terdampak Karhutla, Sashabila: Pemerintah Segera Ambil Langkah Konkret

BOBONG, AM.com – Kehilangan sumber penghidupan akibat Karhutla meninggalkan luka mendalam bagi petani cengkeh di Pulau Taliabu. Namun, ketegangan dan duka yang dirasakan warga seketika melunak saat Bupati Sashabila hadir turun tangan ke lapangan, membuka ruang dialog hangat dari isak tangis hingga senyuman kelegaan.

Kunjungan peninjauan yang dilakukan Bupati Sashabila Widya L Mus, bersama Wakapolres Kompol M. Nasaruddin Haya dan sejumlah pimpinan perangkat daerah ke sejumlah posko mulai dari Desa Tikong, Desa Ufung, Posko Desa Todoli, Desa Lede, Nggele, hingga Desa Salati menjadi momen berharga pertemuan antara pemerintah dan masyarakat yang tengah berduka.

Musibah Kebakaran Hutan dan Lahan yang melanda wilayah tersebut telah menghanguskan kebun-kebun cengkeh, yang selama ini menjadi tumpuan utama perekonomian warga.

Bagi masyarakat Taliabu, pohon cengkeh tidak sekadar komoditas, melainkan urat nadi kehidupan untuk membiayai kebutuhan sehari-hari hingga pendidikan anak-anak mereka.

Melihat kondisi tersebut, Bupati Sashabila membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan keluh kesah.

Di hadapan warga, ia menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas musibah yang merenggut tanaman tumpuan hidup masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Daerah Pulau Taliabu, saya menyampaikan permohonan maaf atas kehilangan pohon cengkih bapak-ibu sekalian. Saat ini, berikan saya kesempatan untuk berupaya dan berusaha agar semua tanaman bapak-ibu yang rusak karena karhutla bisa dibantu,” ucap Bupati Sashabila dengan penuh empati.

Ia menekankan, pemerintah daerah tidak tinggal diam dan akan segera mengambil langkah konkret.

“Kami akan berkoordinasi dengan kementerian terkait, seperti Kementerian Pertanian dan kementerian lainnya, sehingga dapat membantu bapak-ibu.” ungkapnya

Menanggapi pertanyaan salah satu warga terkait ganti rugi tanaman, Bupati Sashabila memastikan pemerintah daerah akan serius memikirkan solusi terbaik untuk mencari jalan keluar atas kerusakan kebun yang diakibatkan oleh karhutla.

Selain fokus pada pemulihan kebun warga, Bupati juga memaparkan berbagai upaya taktis dan kerja keras yang sedang ditempuh di lapangan.

“Pemerintah daerah telah mengerahkan berbagai inovasi dan sumber daya, mulai dari mendatangkan teknologi drone untuk menjangkau titik api di medan yang sulit, mengerahkan Tim Gabungan yang melibatkan unsur ASN, TNI, Polri, hingga relawan,” sela Bupati termuda di Maluku Utara ini.

Bahkan, pemda terus mengikhtiarkan pengerahan bantuan udara berupa helikopter dari Gorontalo

“Saat ini kami sedang berupaya agar helikopter bisa hadir. Unit tersebut saat ini tersedia di Gorontalo, dan kita sudah berkomunikasi. 

Namun, karena wilayah Sulawesi secara keseluruhan juga mengalami hal yang sama, ada penyesuaian. Meski begitu, kita terus berupaya agar api di wilayah dengan medan sulit dapat dipadamkan seutuhnya,” paparnya

Di tengah perjuangan yang masih berlangsung, secercah harapan akhirnya tiba. Bupati Sashabila menyampaikan kabar baik bahwa wilayah Kecamatan Lede kini telah diguyur hujan.

“Alhamdulillah, di wilayah Kecamatan Lede sudah diguyur hujan. Semoga dengan hadirnya hujan ini dapat sangat membantu upaya pemadaman kita bersama,” sebutnya

menumbuhkan kembali semangat optimisme agar masyarakat Taliabu dapat segera bangkit dari musibah ini.

Di akhir penyampaian, Bupati Sashabila juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang bahu-membahu di garis depan.

“Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat, tim gabungan TNI-Polri, petugas Damkar, Satpol PP, hingga jajaran ASN yang dengan tulus rela menghabiskan waktu, tenaga, dan pikiran untuk berjibaku melakukan pemadaman api di seluruh wilayah terdampak,” tutur Sashabila sembari merangkapkan kedua tangan di depan sebagai tanda rasa haru dan permohonan maaf

Bupati Sashabila Mus Resmikan Kantor Baru Bank Maluku-Malut Cabang Bobong, Dorong Penguatan Ekonomi Daerah

BOBONG, AM.com – Bupati Pulau Taliabu, Sashabila Mus, meresmikan gedung kantor baru PT Bank Maluku Maluku Utara (Bank Maluku-Malut) Kantor Cabang Bobong. Peresmian ini diharapkan menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan sektor perbankan dalam meningkatkan pelayanan keuangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Sashabila Mus menegaskan bahwa keberadaan lembaga perbankan memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, bank tidak hanya berfungsi sebagai penyedia layanan keuangan, tetapi juga menjadi mitra penting bagi pelaku usaha dan berbagai sektor produktif di daerah.

“Semoga momentum peresmian gedung kantor baru Bank Maluku-Malut menjadi langkah penting dalam meningkatkan pelayanan publik dan pelayanan keuangan, khususnya dalam kerja sama antara pemerintah daerah dan Bank Maluku-Malut,” ujar Sashabila Mus.

Ia mengatakan, peran perbankan sangat dibutuhkan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), nelayan, petani, pedagang, serta sektor usaha produktif lainnya.

Karena itu, Bupati berharap keberadaan gedung kantor baru tersebut tidak hanya menjadi peningkatan dari sisi fasilitas, tetapi juga diikuti dengan perbaikan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Oleh karena itu, saya berharap kehadiran kantor baru ini diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan yang semakin profesional, nyaman, dan mudah diakses oleh masyarakat,” tegasnya.

Menurut Sashabila, peningkatan kualitas layanan perbankan menjadi salah satu aspek penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan. Dengan dukungan pelayanan yang baik, masyarakat diharapkan semakin mudah mengakses fasilitas perbankan untuk menunjang kebutuhan pribadi maupun pengembangan usaha.

Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu berharap kerja sama dengan Bank Maluku-Malut terus diperkuat, terutama dalam membuka akses pembiayaan bagi pelaku usaha serta meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan.

Sinergi tersebut juga diharapkan dapat mendukung pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel, dengan tetap berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu juga berharap sinergi dengan Bank Maluku-Malut terus diperkuat, khususnya dalam mengakses pembiayaan bagi pelaku usaha, meningkatkan literasi keuangan, serta mendukung pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.

Bupati menekankan bahwa keberadaan lembaga perbankan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, pelayanan keuangan yang mudah dijangkau dan dukungan pembiayaan yang tepat dapat menjadi bagian penting dalam menggerakkan perekonomian lokal.

“Kami ingin agar kehadiran perbankan benar-benar bermanfaat dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, menggerakkan perekonomian lokal, membuka peluang usaha, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pulau Taliabu,” katanya.

Ia berharap, melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah daerah dan Bank Maluku-Malut, semakin banyak pelaku usaha lokal yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan usahanya dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Pada kesempatan tersebut, Sashabila Mus juga menyampaikan pesan kepada seluruh jajaran Bank Maluku-Malut Kantor Cabang Bobong agar menjadikan peresmian gedung baru sebagai motivasi untuk meningkatkan kinerja dan menjaga kepercayaan masyarakat.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat merupakan modal penting bagi lembaga perbankan. Karena itu, pelayanan yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan nasabah perlu terus menjadi perhatian.

“Kepada seluruh jajaran Bank Maluku-Malut Cabang Bobong, saya berpesan agar kantor baru ini menjadi semangat baru untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat dan memberikan pelayanan terbaik,” tuturnya.

Pemerintah daerah pun berharap kerja sama yang terjalin tidak sebatas pada pelayanan transaksi keuangan, tetapi berkembang menjadi kemitraan strategis yang mampu memperluas akses pembiayaan, memperkuat usaha masyarakat, serta mendorong pembangunan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Perkuat Manajemen ASN, Pemda Taliabu Resmi Tanda Tangani Dokumen Perjanjian Kerja PPPK Paruh Waktu

BOBONG, AM.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Taliabu terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tatanan birokrasi dan manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN).

Langkah nyata tersebut ditunjukkan melalui pelaksanaan penandatanganan dokumen Perjanjian Kerja Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu Senin (12/10/2026).

​Acara penandatanganan tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Pulau Taliabu Dr. Yosar Kardiat. Turut hadir mendampingi dalam kegiatan strategis ini, Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDMA) Kabupaten Pulau Taliabu serta Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Kepangkatan, Mutasi, dan Pensiun.

​Kehadiran jajaran pejabat kepegawaian ini menegaskan pentingnya legalitas dan transparansi administrasi dalam setiap tahapan manajemen kepegawaian di lingkungan Pemkab Pulau Taliabu.

Penandatanganan ini tidak hanya sebatas pemenuhan syarat administratif, melainkan wujud kepastian hukum dan hubungan kerja bagi para PPPK Paruh Waktu.

​Dalam kesempatan tersebut, Yosar menyampaikan bahwa langkah ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap status dan kejelasan peran para tenaga kerja paruh waktu di daerah.

“Penandatanganan dokumen perjanjian kerja ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu dalam memberikan kepastian hubungan kerja bagi para PPPK Paruh Waktu, sekaligus bentuk penguatan manajemen ASN di daerah kita” ujar Yosar.

​Ia menegaskan pentingnya peningkatan kualitas kinerja dan etos kerja setelah adanya dokumen perjanjian kerja resmi ini.

“Diharapkan, melalui penandatanganan perjanjian kerja ini, para PPPK Paruh Waktu semakin meningkatkan disiplin, profesionalisme, dan rasa tanggungjawab dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kabupaten Pulau Taliabu” tambah Sekda Yosar Kardiat.

​Dengan dilaksanakannya penandatanganan ini, Pemkab Pulau Taliabu berharap tata kelola kepegawaian akan semakin solid dan efektif, sehingga pelayanan publik di berbagai sektor dapat berjalan makin optimal dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat