BOBONG, AM.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Taliabu, mendapatkan bantuan pupuk sebanyak 346,6 ton pupuk dari Kementerian Pertanian
Bantuan ratusan ton pupuk tersebut kini tengah diangkut oleh PT.Victory Grup untuk disalurkan kepada petani di Kabupaten Pulau Taliabu
“Pupuk ini sementara pemuatan di Bitung. Mungkin dalam minggu ini selesai. Kalau sudah selesai langsung berangkat dari Bitung ke Taliabu,” kata Firgian direktur PT.Victory Grup, (27/09/2026).
Firgian menjelaskan total pupuk yang akan dikirim lewat kapal laut tersebut mencapai 346,6 ton.
“Jumlah pupuknya 346 ton 600 kilo. Itu menggunakan kapal,” ujarnya.
Firgian sendiri belum bisa memastikan tanggal kapan kapal tiba di bobong. Semua tergantung penyelesaian proses pemuatan dan keberangkatan kapal dari Bitung.
Meskipun demikian dia menargetkan pengiriman dapat dilakukan dalam pekan ini apabila tidak terdapat kendala dalam proses pemuatan maupun perjalanan.
“targetnya minggu ini. Sekarang saya juga mau berangkat untuk mengecek langsung,” katanya.
Dirinya memastikan setelah proses pemuatan selesai, kapal akan langsung bertolak menuju Bobong untuk membawa seluruh muatan pupuk tersebut
“Pemuatan langsung geser ke Bobong. Rencananya insyaallah minggu ini kalau tidak ada kendala,” ujarnya.
Pengiriman ratusan ton pupuk tersebut menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan pupuk bagi petani di Kabupaten Pulau Taliabu. Setelah tiba di Bobong, pupuk selanjutnya diharapkan dapat segera didistribusikan kepada petani sesuai mekanisme yang ditetapkan pemerintah daerah.
Terpisah Kepala Dinas Peetanian Kabupaten Pulau Taliabu, Atma, memastikan pasokan pupuk tersebut dapat mendukung kebutuhan petani di Taliabu nantinya.
“Dengan adanya pasokan pupuk sebanyak 346,6 ton menjadi penting untuk menjaga ketersediaan pupuk bagi sektor pertanian. Sekaligus memastikan petani tidak mengalami kendala dalam memenuhi kebutuhan sarana produksi nantinya,” Ujarnya.
Pemda melalui Dinas Pertanian juga memastikan proses distribusi setelah pupuk tiba di Bobong berjalan tertib dan tepat sasaran, sehingga pasokan tersebut benar-benar diterima oleh petani yang membutuhkan.



