spot_imgspot_img

Dukung Ketahanan Pangan, Bupati Taliabu Temui Menko Zulkifli Hasan

BOBONG, AM.com – Bupati Pulau Taliabu Sashabila Mus, melakukan pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), di Jakarta pada Rabu (29/10/2025).

Pertemuan ini fokus pada upaya sinkronisasi program pembangunan daerah dengan agenda prioritas pemerintah pusat, terutama dalam sektor pangan, kemaritiman, dan lingkungan.

Dalam pemaparannya kepada Menko Zulhas, Bupati Sashabila menekankan perlunya dukungan pusat terhadap beberapa inisiatif kunci yang dirancang untuk memperkuat fondasi ekonomi di Taliabu

Salah satu isu mendesak yang dibahas adalah optimalisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Sashabila menjelaskan, sinkronisasi APBD sangat krusial agar alokasi dana daerah benar-benar efektif mendukung program unggulan dan target pembangunan nasional.

Fokus Pelabuhan Ikan dan Ketahanan Pangan
lintas sektor, Bupati Mus secara khusus mengajukan usulan pembangunan atau revitalisasi pelabuhan ikan yang diprioritaskan. Ada dua lokasi yang menjadi pertimbangan utama, yaitu Talo atau Jorjoga.

Ia berharap pembangunan infrastruktur nantinya dapat memangkas rantai pasok, meningkatkan daya saing produk perikanan, dan secara langsung meningkatkan pendapatan bagi ribuan nelayan lokal.

Tak hanya itu, ketahanan pangan menjadi isu sentral. Bupati menguraikan rencana perluasan area pertanian melalui program cetak sawah baru, penyebaran bibit unggul Kelapa, Kokoa, dan Pala.

Upaya ini dibarengi dengan pengembangan komoditas perkebunan bernilai ekonomi tinggi. Tujuan penanamannya untuk diversifikasi hasil bumi dan membuka peluang ekspor domestik dan ke pasar global.

Bupati Sashabila juga menyampaikan komitmen jangka panjang daerahnya dalam mendukung visi keberlanjutan Presiden Prabowo Subianto.

Pihaknya akan memprioritaskan program rehabilitasi dan konservasi kawasan lamun serta mangrove.

Langkah ini, menurutnya, bukan hanya sekadar program lingkungan, tetapi merupakan tindakan nyata untuk mencapai target zero carbon dan mewujudkan Energi Biru terbarukan. Ekosistem lamun dan mangrove dikenal memiliki kemampuan tinggi dalam menyerap dan menyimpan karbon (blue carbon), menjadikannya aset penting dalam mitigasi krisis iklim.

“Kami menyambut baik arahan Menko Pangan dan akan memastikan program-program ini berjalan terintegrasi. Dukungan infrastruktur pelabuhan, peningkatan hasil perkebunan, hingga konservasi lamun dan mangrove, semuanya adalah satu kesatuan untuk mendorong ekonomi daerah yang kuat sekaligus ramah lingkungan, sejalan dengan visi besar pemerintah pusat,” tandasnya

spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

ASPIRASI NEWS

ADVERTORIAL

ASPIRASI SOFIFI

ASPIRASI TERNATE

ADVERTORIAL