spot_imgspot_img

Bupati Pulau Taliabu Mengejar Ketertinggalan Dengan Data

BOBONG, AM.com – Bupati Kabupaten Pulau Taliabu, Sashabila Mus, mengungkapkan strategi uniknya dalam mengejar ketertinggalan daerah.

Dalam sebuah wawancara eksklusif, Sashabila Mus, menekankan bahwa fondasi pembangunan yang kuat pada suatu daerah harus dimulai dari pembenahan data.

“Selama ini, kita selalu terkendala data, setiap kali kita mengajukan program ke provinsi atau pusat, datanya tidak valid. Ini menjadi masalah utama yang menghambat semua usulan kita.” ujar Bupati

Menurutnya, ketiadaan data dasar dan dokumen perencanaan seperti Kajian Risiko Bencana atau Rencana Induk Pariwisata adalah lubang besar yang harus segera ditutup.

“Bayangkan, kita ingin membangun sektor pariwisata, tapi tidak punya dokumen perencanaan induk. Bagaimana bisa?” tanyanya.

Untuk mengatasi hal ini, Pemda Pulau Taliabu memfokuskan tahun pertama kepemimpinan Sashabila Mus, pada penyiapan data dasar dan dokumen perencanaan.

Untuk dapat mengejar ketertinggalan daerah, Seluruh SKPD diinstruksikan untuk menginventarisasi kebutuhan data mereka.

“Kami juga sudah memerintahkan Bappeda dan Dinas Kominfo untuk menyiapkan portal ‘SATU DATA TALIABU’,” tambahnya.

Ditengah keterbatasan anggaran, Bupati Pulau Taliabu tidak kehabisan akal, ia memiliki trik dan strategi dalam mengejar ketertinggalan ditengah keterbatasan

Salah satunya yakni dengan mendorong SKPD untuk menjalin kerja sama dengan pihak Universitas. Seperti kerja sama yang telah dijalin bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 5 Agustus kemarin dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat

“Kerja sama ini adalah ikhtiar kita. Kita tidak bisa berjalan sendiri, tentu dengan bantuan para ahli dari kampus, kita bisa mendapatkan data yang valid dan kajian perencanaan yang sesuai dengan karakteristik Taliabu sebagai daerah kepulauan.” terangnya

Selain itu, Sashabila Mus, beroptimis dan percaya bahwa langkah ini adalah kunci untuk masa depan Pulau Taliabu.

“Membangun itu bukan sekadar mengandalkan angan-angan, tetapi harus dimulai dari data yang akurat dan perencanaan yang matang. Itulah satu-satunya cara kita bisa mengejar ketertinggalan,” pungkasnya.

spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

ASPIRASI NEWS

ADVERTORIAL

ASPIRASI SOFIFI

ASPIRASI TERNATE

ADVERTORIAL