spot_imgspot_img

Kembangkan Komoditi Rempah Lewat Sarasehan, Ini Poin Rekomendasi

SOFIFI, AM.com – Upaya dalam rangka mendorong  komoditi rempah di Maluku Utara. Maka, Komisi II DPRD Provinsi Maluku Utara menyelenggarakan forum Sarasehan Jalur Rempah dan Ekonomi Regional yang bertempat di Sahid Bela Hotel Ternate, Selasa (9/5/2023).

Acara ini dibuka Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Samsuddin A. Kadir dan dihadiri Staf Ahli Percepatan Pembangunan Papua Sekretariat Wakil Presiden RI, Moksen Idris Sirfefa.

Hadir dalam kegiatan ini, Ketua DPRD Malut, Kuntu Daud, pimpinan dan anggota Komisi II, OPD lingkup Pemprov Malut, Kepala Dinas Pertanian kabupaten/kota, serta para akademisi. Narasumber antara lain Prof. Gufran A. Ibrahim dan Moksen Idris Sirfefa, Dr. Herman Usman dan Agusalim Bujang.

Ditemui ketua komisi II DPRD Provinsi Maluku Utara, Ishak Naser menjelaskan, serasehan ini bagaimana berbicara konsep ekonomi regional Maluku Utara kita efektifkan dengan merespon dan menanggapi secara tepat apa yang menjadi keinginan Pemerintah yang disampaikan oleh Presiden untuk mengembalikan kejayaan rempah.

“Jadi komoditi rempah ini kita kembangkan dengan tidak mereduksi komoditi yang sementara kita kembangkan. Tadi kita ingin kembalikan yang namanya rempah itu harus menjadi komoditi yang lebih unggul dibandingkan komoditi-komiditi yang saat ini kita kembangkan,ucapnya.

Tentunya,Menurut Ishak ini memerlukan pengkajian karena harus istimasi dengan baik adalah pasarnya yang menjadi problem kita harus mengukur berapa luas akses pasar kemudian berapa besar paska pasar dan komoditi- komoditi rempah yang akan dikembangkan dan nantinya kedepan juga dilakukan riset termasuk study kelayakan usaha untuk pemilihan komoditi khususnya komoditi rempah.

Hal ini seiring dengan adanya keinginan pemerintah Indonesia dengan adanya komoditi jalur rempah sebagai warisan budaya dunia dimana kemungkinan besar titik nol jalur rempah itu ada di Maluku Utara sebagaimana kita semua ketahui bahwa penetapan jalur rempah nasional  yang jatuh pada 11 Desember itu di dasarkan pada bukti Manifes pemuatan ekspor rempah dari Tidore Ke Spanyol dan itu satu-satunta manifes yang membuktikan bahwa ekspor  resmi rempah itu dimulai dari sini Tidore.

“mudah-mudahan ini bisa menjadi warisan budaya dunia,harapnya.

Ia juga berharap Pemerintah Kabupaten/Kota dan Provinsi  berkomitmen dan konsisten menjalankan Pemikiran- pemikiran yang berkembang dalam serasehan ini.

Selain itu hasil dari serasehan ini dibawah dalam bentuk kebijakan dan perencanaan pembangunan daerah masing-masing Kabupaten/Kota maupun Provinsi. 

Sebagaimana diketahui Dari diskusi yang dipandu Dr. Asis Hakim menghasilkan 10 rekomendasi yang disepakati, yaitu: 

1. Mengembalikan orientasi kebudayaan masyarakat bebasis agraris dan maritime;

2. Menekan laju alih fungsi lahan untuk konsesi pertambangan;

3. Mendesain road map jalur rempah dalam kaitan dengan pengembangan ekonomi regional Maluku Utara; 

4. Mendesain aspek pemasaran dan rantai pasok beriakitan dengan komoditi rempah dan produk turunan

5. Memberi keberpihakan baik dari sisi regulasi maupun anggaran untuk mengembangan ekonomi Maluku utara berabasis rempah

6. Menyediadikan data akurat dan kredibel tentang rempah kaitannya dengan luas lahan, jumlah petani, sebartan rempah, dan lainnya;

7. Membudayakan pola laku untuk promosi rempah di mulai dari lembaga-lembaga pemerintah;

8. Pengembangan museum hidup – dalam arti penyediaan lahan untuk pengembangan kebun raya cengkih dan pala yang didalamnya terdapat museum tempat menyediakan informasi dan pusat pembelajaran/pusat riset;

9. Keberpihakan terhadap riset yang berkaitan dengan rempah;

10. Diperlukan tenaga ahli cagar budaya untuk melola museum rempah.

spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

ASPIRASI NEWS

ADVERTORIAL

ASPIRASI SOFIFI

ASPIRASI TERNATE

ADVERTORIAL