Pemkot Rapat Evaluasi Rencana Bangun RSUD Ternate, Ini Penjelasan Konkret Kepala Bappelitbangda

 

TERNATE,AM.com – Pemerintah Kota Ternate melakukan rapat evaluasi tentang rencana  pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Ternate dengan menggandeng Investor dari PT. Wijaya Karya (Wika). Rapat ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman dan didampingi Sekretaris Kota Jusuf Sunya dan Kepala Bappelitbangda Rizal Marsaoly.

Serta dihadiri oleh sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) diantaranya, Kepala Dinas PUPR Kota Ternate Rus’an M. Nur Taib, Kepala Dinas Perkim, Plt. Kadis Kesehatan, Kepala ULP, Kepala Inspektorat, Kabag Hukum, dan Kabag Kerjasama. Rapat ini bertempat di Aula Kantor Bappelitbangda pada Selasa (4/10/2022).

Kepala Bappelitbangda Kota Ternate mengatakan, rapat yang dilaksanakan guna mengevaluasi tekait kesiapan, tahapan, rencangan pembangunan RSUD Kota Ternate. Kata dia, rapat ini merupakan tindaklanjut dari pertemuan sebelumnya tentang Infrastruktur dan pematangan administrasi, aturan dan ketentuan, serta tatacara dalam pelaksanaan kesiapan pembangunan rumah sakit.

“Sehingga tadi Pak Wali melalui Kabag Kerjasama meminta bahwa tim ini diperluas dan harus melibatkan Kepala BKPSDM karena diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) mengenai tenaga medis dan lain-lain,” kata Rizal.

Ia menyebutkan, tim pembangunan RSUD dari Pemerintah Kota akan membuat satu draft sebagai suatu langkah menuju proses kerjasama. Wali Kota juga meminta kepada Kabag Hukum harus mengkaji dokumen kerjasama dengan kurung waktu selama 10 Tahun ke depan.

“Karena kerjasama dengan PT. WIKA itu selama 10 Tahun ke depan dengan konsep kerjasama antara pemerintah daerah dan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur untuk Kepentingan Umum (KPDBU),” ucapnya.

Rizal menyampaikan, KPDBU merupakan pola kerjasama yang diharapkan oleh pemerintah pusat bahwa Daerah harus melakukan pembangunan tetapi jangan terlalu mengandalkan APBD, namun bekerjasama dengan pihak lain dalam melakukan investasi.

“Investasi KPBDU itu sesuai dengan Peraturan Presiden RI Nomor 38 Tahun 2015 tentang Kerjasama Pemerintah Daerah dengan Badan Usaha. Peraturan tersebut mengatur beberapa Bidang salah satunya itu, dilakukan Pemkot yang mencoba kerjasama dengan PT WIKA di Bidang Kesehatan,” ujarnya.

Rizal menjelaskan, mengenai pembayaran APBD kepada pihak ketiga dengan nilai Rp 169 Miliar merupakan satu model kerjasama pada masa waktu mulai Tahun 2025 hingga 2034. Rizal bilang, pembayaran itu bisa dibantu dengan oprasional rumah sakit, dimana Rumah Sakit akan memberikan nilai tambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk dilakukan pembayaran.

“Jadi tidak perlu ragu, karena ada pemanfaatan oprasional rumah sakit yang masuk dalam pendapatan. Maka pembayaran kepada PT. WIKA sebagiannya dari rumah sakit ketika sudah beroprasi. Jadi tidak murni kalau Rp 169 Miliar membebani APBD,” ungkapnya.

Selain dari pendapatan rumah sakit, ada juga beberapa usaha yang mendukung untuk pembayaran. Semisalnya, membuka usaha dalam RSUD karena itu diluar dari pendapatan aktivitas kesehatan. Kemudian, Pemerintah melalui PT. Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) atau salah satu BUMN, akan mengalokasikan anggaran melalui DAU atau DAK untuk membangun rumah sakit, seperti pengadaan fasilitas kesehatan.

“Jadi rapat tadi kami matangkan persiapan penandatanganan kerjasama dengan PT WIKA, tetapi kami matangkan juga tentang aturan mengenai mekanisme kerjasama melalui sistem KPBDU,” ujarnya.

Sebab, dengan adanya rumah sakit ini, bisa menciptakan lapangan kerja, meningkatkan PAD dengan cara kerjasama melalui metode KPBDU. Ia berharap, masuk dalam fase berikut, pihaknya akan melakukan konsultasi dengan anggota DPRD tentang porsi oprasional selama 10 tahun ke depan yang dimulai pada Tahun 2025.

“Jadi proses pembayaran kepada PT. WIKA dimulai pada Tahun 2025, dengan jumlah anggaran dari APBD sebesar Rp 169 Miliar, tapi ini belum final tapi masih proses. Kami usahakan mendapatkan pembayaran lebih rendah. Karena ini kita tidak membangun mall tapi rumah sakit, jadi ada jaminan kesehatan. Selanjutnya mengenai dengan alat medis nanti kita bahas lebih matang,” pungkasnya.

spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

ADVERTORIAL

ASPIRASI NEWS

ASPIRASI TERNATE

POLMAS

NASIONAL

DUNIA