APBD-P Pemprov Malut Disepakati Defisit Setengah Triliun

SOFIFI,AM.com – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Pemerintah Provinsi Maluku Utara tahun 2022, disepakati oleh legislatif dan eksekutif mengalami Defisit sebesar Rp 500 miliar.

Hal ini menjadi kesepakatan antara Pemprov dan DPRD Provinsi Maluku Utara, dalam sidang paripurna  kesepakatan KUA-PPAS perubahan tahun anggaran 2022 yang berlangsung di ruang paripurna DPRD, Selasa (16/8/2022).

Defisit atau kekurangan anggaran belanja itu terlihat dari besarnya anggaran belanja tak sebanding dengan pendapatan yang lebih rendah, dimana pendapatan pada APBD-P  dirancang Rp 3.5 triliun, namun kebijakan belanja daerah mencapai Rp 4 triliun sehingga mengalami defisit kurang lebih Rp 500 miliar.

“Untuk mendukung pembiayaan pembangunan daerah secara optimal, maka pendapatan daerah tahun Anggaran Perubahan 2022, dirancang sebesar 3,5 Triliun lebih, sementara  kebijakan belanja daerah diarahkan untuk membiayai prioritas daerah serta, program dan kegiatan yang akan dilaksanakan setiap Perangkat Daerah, maka Anggaran Belanja Daerah Tahun Anggaran Perubahan 2022 dirancang sebesar 4.0 triliun lebih,” kata Gubernur saat membacakan pidato kesepakatan.

Gubernur menyebutkan, anggaran prioritas pembangunan daerah tahun 2022 dapat diuraikan dalam 6 prioritas sebagai berikut; 1. Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia; 2. Infrastruktur dan Daya Saing Wilayah; 3. Kemandirian dan Daya Saing Ekonomi; 4. Peningkatan Ketahanan Bencana dan Perubahan Iklim;5 .Peningkatan Harmoni Sosial dan Kondusifitas Wilayah; dan 6. Pemantapan Tata Kelola Pemerintahan

“Kondisi umum Pembiayaan Daerah Tahun Anggaran Perubahan 2022 dalam hal ini Pembiayaan Netto sebesar 450 Miliar lebih, serta SiLPA Tahun Berkenaan sebesar Nol,” ungkapnya.

Dalam APBD-P itu juga Pemprov Malut juga menargetkan, Indeks Pembangunan Manusia ditargetkan pada angka 69.34 persen. Sedangkan Tingkat Kemiskinan ditargetkan sebesar 6.32 persen.

Adapun Tingkat Pengangguran Terbuka ditargetkan sebesar 4.66 persen. Laju Pertumbuhan Ekonomi ditargetkan sebesar 13,82 persen.

Selain itu, Pendapatan Perkapita ditargetkan sebesar 28,8 juta rupiah, dan Indeks Rasio Gini ditargetkan pada angka 0.293. (Ong)

spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

ADVERTORIAL

ASPIRASI NEWS

ASPIRASI TERNATE

POLMAS

NASIONAL

DUNIA