Survei Kemendagri: Kabupaten Pulau Taliabu Sebagai Daerah Kurang Inovati

Reporter: Slamet

BOBONG,AM.com – Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab), Maluku Utara (Malut) termasuk sebagai Kabupaten yang kurang inovatif. Hal ini berdasarkan penilaian dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Penilaian Kemendagri tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 002.6-5848 Tahun 2021 Tentang Indeks Inovasi Daerah Provinsi, Kabupaten, Kota Tahun 2021.

Dalam keputusan tersebut, daerah-daerah di Indonesia dikelompokkan berdasarkan kota dan kabupaten. Masing-masing kota dan kabupaten diberi skor berdasarkan hasil pengukuran indeks inovasi daerah dan diberi predikat sangat inovatif, inovatif, dan kurang inovatif.

Berdasarkan hasil pengukuran indeks inovasi tersebut, Kabupaten Pultab mendapat skor indeks sebesar 0’40.

Disebutkan dalam surat keputusan tersebut bahwa Indeks Inovasi Daerah Provinsi, Kabupaten, dan Kota Tahun 2021 adalah hasil laporan informasi data inovasi daerah.

Yang dilakukan berdasarkan hasil pengukuran indeks inovasi daerah yang telah divalidasi oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri dan melalui proses Penjaminan Mutu oleh Unit Kerja Khusus Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (UKKPPM).

Untuk penilaian indeks inovasi daerah tahun 2021, Kabupaten Pultab ditetapkan sebagai daerah kurang inovatif, dengan sumber data penilaiannya menggunakan data inovatif 2019 – 2020.

Selanjutnya tahun pelayanan 2023, tepatnya pada agustus nantinya, data yang digunakan adalah data inovatif 2021 – 2022.

Berdasarkan keputusan tersebut Kabupaten Pultab berada pada urut ke-387 dari 415 Kabupaten di Indonesia.

Sementara di tingkat Provinsi Malut, nilai indeks inovasi daerah Kabupaten Pultab berada pada urutan ke 10 dari 10 Kabupaten/ Kota di Maluku Utara.

Dikutip dari litbang. kemendagri.go.id, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri (Litbang Kemendagri), Agus Fatoni.

Dalam meyampaiankan hasil penilaian ini pada acara Pembekalan Kepemimpinan Pemerintahan Dalam Negeri bagi Bupati/Wakil Bupati dan Wali Kota/Wakil Wali Kota Tahun 2021 lalu.

Menurut Fatoni, rendahnya skor indeks tersebut dipengaruhi berbagai faktor. Salah satunya dipicu kurang maksimalnya Pemda dalam melakukan pelaporan inovasi.

Dikatakan sering kali, Pemda tidak memenuhi persyaratan yang diberikan, kendati daerah tersebut sejatinya memiliki berbagai terobosan kebijakan.

“Bisa jadi pemerintah daerah memiliki inovasi yang cukup banyak. Tapi tidak dilaporkan atau bisa saja dilaporkan tapi tidak evidence based dan ditunjang data-data pendukung yang ada,” ujar Fatoni.

Dikatakan, Pemerintah daerah yang memperoleh hasil skor indeks rendah diimbau untuk segera berbenah. Kepala daerah diminta untuk melakukan langkah strategis dengan jajarannya, yakni dengan mensinergikan perangkat daerah untuk melahirkan inovasi.

Di sisi lain, peran dan fungsi litbang daerah harus diperkuat untuk mendukung terobosan kebijakan melalui pengkajian dan penelitian.

“Kolaborasi dengan para aktor inovasi juga wajib dilakukan. Selain itu tiap perangkat daerah harus menumbuhkan budaya inovasi,”tutur Fatoni.

Penilaian indeks juga diharapkan dapat memotivasi daerah agar senantiasa meningkatkan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Menurut Fatoni Kemendagri selalu melakukan evaluasi terhadap penilaian Indeks Inovasi Daerah guna menghasilkan sistem penilaian yang lebih terukur, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Berikut daftar Kabupaten/Kota inovatif dan kurang inovatif se-Maluku Utara.

*Kabupaten Inovatif*

Pulau Morotai (Skor Indeks 59,51 berada di urutan 20)
Halmahera Barat (Skor Indeks 50,20 berada di urutan 95)

*Kota Inovatif*

Kota Ternate (Skor Indeks 48,36 berada di urutan 46)

*Kabupaten Kurang Inovatif*

Halmahera Tengah (Skor Indeks 29,15 berada di urutan 257)
Halmahera Selatan (Skor Indeks 11,32 berada di urutan 334)
Halmahera Timur (Skor Indek 10,80 berada di urutan 337)
Halmahera Utara (Skor Indeks 6,48 berada di urutan 359)
Kepulauan Sula (Skor Indeks 3,68 berada di urutan 368)
Pulau Taliabu (Skor Indeks 0,40 berada di urutan 387)

*Kota Kurang Inovatif*

Kota Tidore Kepulauan (Skor Indeks 10,60 berada di urutan 86)

spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

ADVERTORIAL

ASPIRASI NEWS

ASPIRASI TERNATE

POLMAS

NASIONAL

DUNIA