PB PERMATA Sebut Implementasi CSR PT.ADT di Sektor Pendidikan Diduga Nihil

Reporter: Slamet

BOBONG,AM.com – Pengurus Besar Persatuan Pelajar Mahasiswa Pemuda Taliabu (PB PERMATA) Luwuk, menilai implementasi Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Adidaya Tangguh (PT ADT) yang beroperasi di Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab),Maluku Utara (Malut) Nihil.

“Diduga begitu karena regulasi yang mewajibkan perusahaan melakukan CSR tertera pada Peraturan Pemerintah atau PP Nomor 47 Tahun 2012, pasal 2 dan 3 disebutkan; bahwa setiap perseroan selaku subjek hukum mempunyai tanggung jawab sosial dan lingkungan,” kata Ketua Umum PB permata, La Ode Yusrin, Selasa (31/5/2022).

Menurutnya, tanggung jawab sosial dan lingkungan ini menjadi kewajiban bagi perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha di bidang dan atau berkaitan dengan sumber daya alam berdasarkan Undang-Undang.

“Namun, PT ADT yang beroperasi dari tahun 2009 hingga saat ini, hanya menyebabkan terjadinya kerusakan ekosistem yang bersifat masif di daratan Pulau Taliabu, tanpa memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat khususnya di bidang pendidikan,” ujarnya.

La Ode Yusrin menerangkan bahwa selama ini PT ADT tidak transparan dalam pengelolaan CSR terhadap masyarakat Pulau Taliabu khususnya lingkar tambang.

“Harusnya pihak ADT bisa transparan pada seluruh masyarakat taliabu tentang sudah seberapa besar kontribusi pihak perusahaan terhadap kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Terkhusus untuk peningkatan sumber daya manusia dalam hal ini bidang pendidikan di wilayah lingkar tambang, menurutnya masih memperihatinkan dengan keterbatasan fasilitas dan penunjang pembelajaran.

“Hal ini wajib diperhatikan oleh pihak tambang dengan dana CSR di tengah pemerintah daerah tak mampu melengkapinya,” ungkapnya

Kerena menurutnya, data Badan Pusat Statistik Provinsi Malut tentang harapan lama sekolah kabupaten Pulau Taliabu tahun 2019 yaitu 12,58 persen, di tahun 2020 di angka 12,59 persen dan mengalami peningkatan di tahun 2021 yaitu diangka 12,65 persen.

“Dari angka ini maka kami menyimpulkan bahwa indeks pembangunan manusia di Kabupaten Pulau Taliabu masih tergolong rendah,” jelasnya.

“Sehingga PT ADT jangan hanya mengeksploitasi tanah taliabu namun harus harus memperhatikan bagaimna pembangunan manusia utama sektor pendidikan,” ungkap Yusrin.

Bagian Humas Eksternal PT ADT, Sutrisno saat dihubungi menjelaskan bahwa, pihak perusahaan saat ini mulai fokus melaksanakan CSR dalam bidang pendidikan.

“Jadi hal itu tidak betul, bantuan pendidik saat ini kami sedang bangun gedung sekolah di SDN Fango Desa Tolong untuk dua kelas,” ungkap Sutrisno.

ASPIRASI NEWS

ADVERTORIAL

ASPIRASI SOFIFI

ASPIRASI TERNATE

ADVERTORIAL