PB Permata Soroti Peningkatan Angka Kemiskinan Pulau Taliabu

Reporter: Slamet

BOBONG,AM.com – Pengurus Besar Persatuan Pelajar, Mahasiswa, Pemuda Taliabu ( PB Permata) Luwuk, menyoroti penambahan angka kemiskinan di Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab), Maluku Utara (Malut).

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Malut angka kemiskinan di Kabupaten Pultab mengalami peningkatan 19 persen, dari tahun 2020 sebesar 7,30 persen dan di tahun 2021 meningkat menjadi 7, 49 persen.

Untuk mengukur kemiskinan ini, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). 

Dengan dasar pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran.

Dimana yang dikategorikan penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran perkapita per bulan dibawah garis kemiskinan,” ungkap

Hal ini diakui Sekretaris Daerah Kabupaten Pultab ketika memberikan sambutannya mewakili Bupati Pulau Taliabu di kantor DPRD pada Paripurna penyampaian LKPJ tahun 2021. Jumat (20/05/2022)

Selaku Sekretaris Daerah, Salim Ganiru mengatakan jika angka kemiskinan di Kabupaten Pultab mengalami peningkatan di tahun 2021.

“Namun angka ini lebih baik dari rata-rata nasional sebesar 9,71 persen namun masih dibawah rata-rata Provinsi Maluku Utara sebesar 6,89 persen,” ujarnya

Olehnya karena ini, selaku Ketua Umum PB Permata Luwuk, Yusrin menerangkan kenaikan angka kemiskinan di Pultab tidak sebanding dengan potensi daerah.

“Daerah Taliabu ini adalah daerah komplit karena memiliki pertanian yang subur dan usaha pertambangan, tetapi angka kemiskinan meningkat drastis dan hal ini merupakan sesuatu yang tidak wajar bagi daerah sekaya Taliabu,” ungkap Yusrin melalui Whassatp Kamis (26/5/2022)

Sebab Pultab saat ini kalau di lihat dari sisi sumber daya alam (SDA) taliabu di kelilingi 90 Izin usaha pertambangan serta pertanian yang subur.

“Sedangkan, secara sumber daya manusia (SDM), cukup mampuni karena tiap tahun ada puluhan anak taliabu yang menyelesaikan studi di kampus di berbagai wilayah indonesia,” ujar Yusrin.

“Dan kondisi ini, bukanya masyarakat tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan dasarnya, namun bagaimana arah kebijakan pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Hal ini bisa dilihat bahwa akibat minimnya kebijakan terhadap kesejahteraan banyak masyarakat Pultab yang memilih keluar daerah untuk mencari lapangan pekerjaan.

Serta banyaknya pengangguran di Kabupaten Pultab bisa juga menjadi patokan kemiskinan di wilayah ini sebab semakin besar jumlah pengangguran maka semakin bertambah akan kemiskinan di Pultab.

Hal ini, di sebabkan oleh ketidakstabilan ekonomi dan ketidakpastian arah politik serta kebijakan pemerintah daerah (Bupati -Wakil Bupati) dalam meningkatkan kesejateraan masyarakat sesuai dengan visi dan misinya dalam pilkada kemarin.

Sehingga, Ketua Umum PB Permata menegaskan bahwa meningkatnya angka kemiskinan menjadi tugas besar Bupati dan Wakil Bupati ( Aliong Mus-Ramli) serta seluruh Dinas terkait untuk menyusun arah kebijakan peningkatan ekonomi dan penyedian lapangan kerja di tahun 2022, sebab penyebab garis kemiskikan kian melonjak akibat gagalnya perkembangan ekonomi yang sudah direncanakan Pemerintah daerah Kabupaten Pultab. ($)

spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

ADVERTORIAL

ASPIRASI NEWS

ASPIRASI TERNATE

POLMAS

NASIONAL

DUNIA