Diduga Takut Tegur Perusahan Penambang Pasir, Komisi II DPRD Morotai Bakal Panggil DLH

 

Reporter: Maulud Rasai

MOROTAI,AM.com – Dalam waktu dekat, Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pulau Morotai panggil Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pulau Morotai soal penambangan pasir di tanjung pinang Desa Sambiki Kecamatan Morotai Timur (Mortim).

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Morotai, Suhari Lohor, kepada media ini, Jum’at (13/05/2022).

Sebelumnya, kata Suhari bahwa penambangan pasir oleh salah satu persuhan besar di lokasi tanjung pinang itu sudah disampaikan ke DLH Morotai. Namun hingga kini tidak ditindaklanjuti.

“Kami sudah merekomendasikan kepada dinas DLH supaya melakukan penutupan, akan tetapi dalam pelaksanaan sampai hari ini masih ada penambangan,” ungkapnya.

Dirinya juga menilai bahwa DLH Morotai tidak memiliki taji karena DLH hanya mampu menegur dan membatasi para pengambil pasir yang bersifat kecil-kecilan, sementara pengambilan pasir dengan menggunakan alat berat milik salah satu perusahan, DLH malah lebih memilih diam.

“Tapi begitu pada porsi yang besar seperti perusahan yang ada sekarang kelihatan DLH takut,” ujarnya.

Menurutnya, hal tersebut sudah semestinya ditindak oleh DLH Morotai, karena di lokasi tersebut sudah sangat parah dan mengakibatkan tanaman warga di sekitar lokasi itu terkena abrasi.

“Di lokasi tanjung pinang itu sudah parah sekali, saya orang pertama saya ngotot, dari sekian lama petani yang ada di lokasi Itu sudah banyak pohon kelapa dan tanaman-tanaman lain yang produktif sudah banyak yang tumbang,” kesalnya.

Untuk itu, Ia meminta kepada  DLH supaya bersikap tegas dalam kasus penambangan pasir, sehingga masyarakat tidak resah. Jika tidak di tindak oleh DLH maka pihaknya akan memanggil tegas instansi terkait diantarnya, DLH, Kades Sambiki dan Camat Morotai Timur.

 

Kami aka panggil pak Camat, pak Kades serta dinas DLH untuk dilakukan pembahasan lebih lanjut,” tegasnya. (lud)

spot_imgspot_img

ADVERTORIAL

ASPIRASI NEWS

ASPIRASI TERNATE

POLMAS

NASIONAL

DUNIA