Kepala Bappelitbangda Monitoring dan Evaluasi Dinkes Kota Ternate, Ini Keterangannya

Reporter: Dirman Umanailo

TERNATE,AM.com – Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Ternate telah melakukan monitoring ke sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Pantauan ini untuk optimalisasi perencanaan sejumlah program dan kegiatan pada Tahun 2022, sekaligus melakukan finalisasi persiapan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Tahun 2023.

Monitoring yang teleh dilakukan Kepala Bappelitbangda Rizal Marsaoly, yakni Dinas PUPR Kota Ternate, Dinas Pendidikan (10/5). Hari kedua, pada Rabu (11/5/2022) Rizal kembali melakukan pemantauan di Dinas Kesehatan (Dinkes).

Kehadiran Kepala Bappelitbangda ke Dinas Kesehatan sekaligus melakukan rapat evaluasi yang dihadiri sejumlah pejabat struktural Dinkes dan Bappelitbangda, seluruh Kepala Puskesmas, Direktur RSUD Kota Ternate dr. Muhammad Sagaf, dan dipimpin oleh Kepala Dinkes Nurbaity Radjabessy.

Usai rapat, Rizal mengatakan, pemnatauan ini karena Dinkes masuk dalam Indikator Kinerja Utama (IKU) dalam RPJMD Tahun 2022 dan 2023.

“Sehingga Bappelitbangda turun ini memberikan penekanan, sekaligus penegasan kepada teman-teman yang berada di Bidang Pelayanan Kesehatan untuk bekerja lebih ekstra,” tegasnya.

Rizal menyebutkan, ada beberapa kegiatan di Dinas Kesehatan yang masih lambat dalam penyerapan.

“Tadi saya baru dapat informasi menarik dari kepala-kepala puskemas, ternyata banyak hal yang juga harus di evaluasi di puskesmas, khususnya di pelayanan,” ucapnya.

Maksud dari rapat evaluasi ini, lanjut Rizal, salah satunya pelayanan dasar yang harus ditangani oleh Pemerintah. Misalnya, penambahan armada atau ambulance, kursi roda, kursi di diabetes center, dan beberapa fasilitas lain yang masih kekurangan.

“Selama ini kan Dinkes tidak memberi informasi sedetail yang tadi ini (rapat evaluasi), sehingga kami turun untuk mengetahui secara detail informasi apa yang menjadi permasalahan di Bidang Kesehatan,” tuturnya.

Selain itu ia menuturkan, Puskesmas Batang Dua pada Tahun 2023 akan dipersiapkan fasilitas untuk rawat inap. Rizal menyebutkan, informasi dari Kepala Puskesmas Batang Dua, bahwa SDM masih belum siap dan mebeler-nya belum disediakan.

“Memang Puskesmas sudah dibangun Tahun kemarin, sehingga harus dipersiapkan SDM-nya, baru diikuti dengan peralatan-peralatan dan kelengkapan lainnya ” ujarnya.

“Iinsya Allah kita persiapkan Batang Dua sudah harus bisa untuk rawat inap, apakah tahun 2023 atau 2024, yang jelas semuanya harus disiapkan dulu, yang penting SDM-nya,” sambungnya.

Bahkan, ia mendapat informasii, Dokter di Batang Dua sering ke Ternate. Olehnya itu, dirinya menekan ke Kepala Dinkes harus menyurat kepada Dokter yang selalu ke Ternate.

“Panggil mereka, apakah mau ke Batang Dua atau tidak, kalau tidak ganti saja. Tapi jangan dibiarkan jangan sampai Dokter tidak ada samasekali di Batang Dua,” tandasnya.

Lebih jauh ia menyampaikan, melalui program Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3A). Dengan begitu, bisa menambahkan tenaga kesehatan di Batang Dua.

Selain itu, kata dia, fokus pelayanan Dinkes tahun ini, yakni stunting, pelayanan dasar bagi masyarakat tidak mampu, dan memberi fasilitas ke masyarakat yang membutuhkan.

“Jadi ada fasilitas yang misalnya ada kita punya masyarakat yang dirujuk ke Manado, Makassar itu harus kita bisa bantu disamping ada BPJS kesehatan.”

Ia menjelaskan, tujuan merencanakan sebuah perencanaan yang terpadu dan terarah di Tahun 2022 itu juga harus di matangkan di 2023.

“Makanya mekanisme monitoring itu dirubah, dulu-nya cuma turun lapangan susun simpan di lemari sekarang tidak, road show ke masing-masing OPD, untuk mengetahui apa data dan informasi lebih valid kuncinya di situ,” pungkasnya. (Dmn)

spot_imgspot_img

ADVERTORIAL

ASPIRASI NEWS

ASPIRASI TERNATE

POLMAS

NASIONAL

DUNIA