Disperindagkop dan Satpol-PP Morotai Sita BBM Dijual di Atas HET

Reporter: Maulud Rasai

MOROTAI,AM.com – Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Pulau Morotai, Nasrun Mahasari dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol-PP) Morotai, Yanto A. Gani lakukan razia Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di Kecamatan Morotai Selatan (Morsel), yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), pada  Rabu (20/04/2022).

Hal ini terlihat dari jumlah BBM yang ditemukan di lapangan saat razia, menurut Kasatpol-PP bahwa hasil razia tim gabungan yakni, Satpop-PP, Disperindakop dan Pihak Kepolisian itu ditemukan sebanyak 6 gelon (Cerigen,red).

Sementara dari data yang dilansir media ini dari Disperindakop bahwa dari hasil razia itu ditemukan BBM jenis Pertalite yang dijual di atas HET itu sebanyak 33 liter milik empat warga di Desa yang berbeda.

“Adapun hasil yang dicapai dalam penertiban penjualan BBM Pertalite yang di jual dengan harga 13.000/14.000 perliter sebagai berikut, Laihin Hi.Rauf, Desa Daeo Majiko
Jumlah BBM Pertalite yang di sita sebanyak 4 Liter harga jual 14.000/liter. Suhaimi, Desa Sabala, jumlah BBM Pertalite yang di sita sebanyak 12 Liter dijual dengan harga 14.000/Liter. Muksin, Desa Sabatai Tua, Jumlah BBM Pertalite yang di sita sebanyak 12 Liter dijual dengan harga 14.000/ Liter. Aisa Abdullah, Desa Jaoubela, Jumlah BBM Pertalite yang di sita sebanyak 5 Liter dijual dengan harga 13.000/Liter. Jumlah BBM pertalite yang di sita sebanyak 33 liter dan sementara di amankan di kantor Satpol PP,” tulis Kadisprindakop, Nasrun Mahasari.

Sementara Kasatpol-PP Morotai, Yanto A. Gani, ketika dikonfirmasi awak media di kantor Bupati Morotai mengaku bahwa, razia yang dilakukan oleh tim gabungan itu terkait dengan harga BBM jenis Pertalite yang dijual tidak sesuai dengan HET yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Daerah.

“Beberapa gelong yang disita sebagai barang bukti. Gelong yang disita itu dijual di atas harga yang ditetapkan pemerintah daerah. Terutama Pertalite. Tadi sidak dilakukan secara bersamaan, jadi ini yang kesekian kalinya kita sudah melakukan turun sidak secara bersamaan dengan Disperindagkop,” katanya.

Dari data yang diterima dari anggotanya di lapangan, sidak yang dilakukan pada Rabu tadi di Kecamatan Morsel itu ditemukan kurang lebih 6 gelon (Cerigen,red) BBM jenis Pertalite yang dijual di atas HET.

“Laporan dari personil anggota saya di lapangan, kurang lebih lima sampai enam gelong dan dua pengecer disita di tempat, karena melampaui batas harga standar yang ditetapkan pemerintah daerah pada surat edaran,” ungkapnya.

Ditanya soal sangksi bagi pelaku penjualan BBM jenis Pertalite di luar harga yang sudah ditetapkan Pemerintah Daerah, dirinya mengaku bahwa Pemerintah tetap memberikan sangsi pada pengecer yang menjual BBM jenis Pertalite di luar dari harga yang sudah ditetapkan.

“Kami pasti berikan sanksi. Yang pasti dia sudah tidak lagi diberikan rekomendasi izin jatah untuk mengambil jatah di APMS. Kalau dia masih mengulang lagi yang pasti izin nya di cabut,” tegasnya.

Kasatpol-PP ketika dikonfirmasi kembali terkait dengan jumlah BBM jenis Pertalite hasil razia melalui pesan singkat Via WhatsApp mengaku bahwa sebagian bukti hasil sitaan itu masih sementara di amankan di kantornya.

“Yang di kantor tinggal 1 ukuran 25 liter dan  3 buah ukuran 5 liter. Karena saya tadi dapat laporan awal seperti yang pertama, kemungkinan dari pemiliknya sudah ambil kembali dengan perjanjian tidak menjual lagi dengan harga tinggi. Intinya kita bukan sita lalu musnahkan, paling tidak itu milik mereka, boleh diambil lagi tapi dengan syarat dan ketentuan,” katanya. (lud)

spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

ADVERTORIAL

ASPIRASI NEWS

ASPIRASI TERNATE

POLMAS

NASIONAL

DUNIA