Dinilai Putusan PSU Sepihak, Ratusan Warga Sangowo Timur Boikot Kantor Desa dan Kantor Camat 

Reporter: Maulud Rasai

MOROTAI,AM.com – Ratusan masyarakat Desa Sangowo Timur Kecamatan Morotai Timur (Mortim) gelar aksi demonstrasi, dengan pembakaran ban bekas dan pemblokade Kantor Desa Sangowo Timur dan Kantor Camat Mortim.

Sebagai bentuk aksi penolakan Pemilihan Suara Ulang (PSU) pada Pilkades Desa Sangowo Timur, dimana pada spanduk itu dituliskan “Kami Masyarakat Sangowo Timur Menolak PSU”.

Hal tersebut dipicu dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Pemilihan Suara Ulang (PSU) oleh Tim Penyelesaian Perselisihan Pilkades tingkat Kabupaten.

Padahal, pada pelaksanaan pemungutan Suara Sabtu 29 Januari 2022 beberapa waktu lalu, hasil Pemungutan suara menunjukan bahwa keluar sebagai pemenang pada Pilkades Sangowo Timur adalah nomor urut 03 atas nama Sarif Sumtaki dengan total perolehan suara sebanyak 286, sementara pemenang kedua yakni Suhut Musapao nomor urut 01 dengan total perolehan suara sebanyak 229, kemudian di susul suara pemenang ketiga nomor urut 02 Nurhalis Sidin dengan total perolehan suara sebanyak 205.

Walaupun dengan selisih suara sebanyak 57, namun tim penyelesaian perselisihan Pilkades mengakomodir gugatan pasangan nomor urut 01 untuk dilakukan PSU dengan surat Keputusan nomor; 05/KPTS-P3KDS/III/2022. Dimana dalam pokok permohonan oleh pemohon yang tertulis dalam surat tersebut yakni, pemohon menggugat, menolak dan tidak setuju untuk calon kepala desa nomor urut 03 terpilih sebagai Kepala Desa Sangowo Timur dengan gugatan, melakukan penyebaran uang/jual beli suara.

Juga dugaan seorang guru melakukan intimidasi kepada siswa kategori pemilih dan banyak ditemukan DPT Ganda yang masuk lewat buku register undangan dan ikut mencoblos.

Namun dari informasi yang dihimpun media ini, dari tiga poin yang digugat oleh pemohon Cakades Nomor Urut 01 dan 02, hanya poin ketiga yang diputuskan oleh Tim Penyelesaian Perselisihan Pilkades untuk di PSU yakni soal Pemilih Ganda.

Akmal Malase, dalam orasinya menyampaikan, Secara faktual dalam proses pelaksanaan pemilihan kepala Desa di Desa Sangowo Timur, mulai dari pemungutan suara samapai pada penetapan Cakades terpilih oleh Panitia Pilkades dianggap berjalan dengan baik, aman dan tertib.

Namun setelah penetapan cakades terpilih oleh panitia pilkades Desa Sangowo Timur, gugatan yang kemudian di keluarkan oleh kandidat nomor urut 1 dan 2 pada panitia sengketa pilkades tingkat Kabupaten tidak sesuai dengan fakta yang ada di lapangan.

Seiring berjalannya tahapan gugatan oleh kandidat nomor urut 1 dan 2. Lanjut orasinya, keputusan panitia Sengketa Pilkades pun di keluarkan namun keputusannya tidak berdasarkan dalil yang ada. Oleh karena itu atas nama BPD, Panitia Pilkades, masyarakat Desa Sangowo Timur, dan Cakades nomor urut 03, menyatakan sikap dengan cara memblokade aktiftas perkantor di Desa Sangowo Timur.

“Masyarakat, BPD, Panitia Pilkades tingkat Desa, dan Cakades noimor urut 03 menolak PSU di TPS 01 Desa Sangowo Timur,” tegas Akmal dalam orasinya, Minggu (27/03/2022) pagi tadi.

Tidak hanya itu, Akmal juga meminta agar dalil putusan PSU di TPS 01 Desa Sangowo Timur dapat dijelaskan oleh Tim Penyelesaian Perselisihan Pilkades tingkat Kabupaten.

“Jika tuntutan ini tidak di akomodir dengan baik, maka atas nama BPD, Panitia Pilkades, Masyarakat Desa Sangowo Timur dan Cakades noimor urut 03 akan memboikot segala aktifitas pemerintah yang ada di Desa Sangowo Timur dan menuntut sampai dititik darah penghabisan,” tegasnya.

Lantaran karena gugatannya soal pemilih ganda yang diakomodir oleh tim Penyelesaian Perselisihan Pilkades, Akmal juga meminta kepada pihak kepolisian agar memproses hukum para pemilih ganda yang dengan sengaja mencerderai nilai-nilai demokrasi.

“Masyarakat, BPD, Panitia Pilkades tingkat Desa, dan Cakades nomor urut 03, Meminta pada pihak kepolisian agar secepatnya di tangkap dan dipenjarakan orang-orang yang telah mencedarai nilai-nilai Demokrasi yakni Pemilih Ganda,” pintahnya.

Tidak hanya Akmal, namun dalam aksi itu para emak-emak juga menyuarakan aksi penolakan PSU di Depan kantor Desa dan Kantor Camat, dimana para emak-emak itu menegaskan jika terjadi PSU maka nyawa pun siap jadi taruhan.

“Torang tolak PSU, Torang so menang kong bagaimana PSU, ini selisih suara bukan 1 tapi 57, di Desa lain yang selisih suara 1 trus dong gugat saja Ngoni (Tim Penyelesaian Perselisihan Pilkades,red) tara PSU kong ini. Torang so siap Torang pe laki menduda kalau sampe PSU,” tegas emak-emak.

Soal penolakan PSU itu tidak hanya dilakukan oleh masyarakat, namun hal tersebut juga ditolak oleh Pj. Kepala Desa Sangowo Timur, Chaiswan Yalo, dan Ketua BPD Desa Sangowo Timur, Jumadil Karim, dan sejumlah Anggota Panitia Pilkades.

“Jadi dengan sikap kami BPD, keadaan di desa demi mengamankan untuk itu PSU kami Menolak,” tegas ketua BPD Sangowo Timur, Jumadil Karim.

“Saya atas nama pemerintah desa sejak proses pemilihan suara di Sangowo timur itu aman-aman saja. Jadi Saya merasa bahwa putusan di panitia sengketa kemarin itu bertentangan dan saya nyatakan hari ini bahwa hari ini saya menolak PSU,” tegas PJ. Kades Desa Sangowo Timur, Chaiswan Yalo. (lud)

spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

ADVERTORIAL

ASPIRASI NEWS

ASPIRASI TERNATE

POLMAS

NASIONAL

DUNIA