Ketua DPRD Morotai Soroti Penggunaan Dana PEN

Reporter: Maulud Rasai

MOROTAI,AM.com – Hubungan Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) dan Pemerintah Daerah (Pemda) Morotai dan Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Morotai kian memanas.

Ketua DPRD Morotai, Rusminto Pawane setelah menyoroti soal pembangunan fisik yang dinilai gagal pada saat paripurna Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Pulau Morotai yang ke-13 pada Senin (21/03/2022) lalu.

Ketua  dalam sambutannya juga menyoroti soal terkait kesejahteraan ASN dan penggunaan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), serta program lainnya di masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Morotai Benny Laos dan Hi. Asrun Padoma.

“Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) oleh pemerintah daerah itu sangat tidak menjawab aspek kesejahteran ekonomi di Pulau Morotai. Terkait dengan urgensi pinjaman ekonomi nasional (PEN) kenyataannya tidak berbanding lurus dengan kemampuan keuangan daerah kita,” ucap Ketua DPRD Morotai.

Kata Rusminto pelaksanaan pinjaman PEN dimaksud secara substansial  sangat mengganggu atau menguras pembiayaan pemerintah daerah, pada urusan lainya dalam jangka waktu yang cukup lama.

“Pada awalnya kita berharap,  bahwa pinjaman PEN mampu menjawab aspek pemulihan ekonomi khususnya di Kabupaten Pulau Morotai. Namun hingga detik ini dampak dan target pemulihan ekonomi tersebut belum terasa dampaknya,” katanya.

Bahkan menurut Rusminto dalam pidatonya itu, hampir semua dana PEN yang difokuskan pada infrastruktur itu hampir tidak efektif karena tidak sesuai dengan realitasnya, misalnya soal pembangunan sekolah Unggulan dan BUMDes.

“Kami juga mengkritisi pembangunan gedung-gedung sekolah unggulan pada faktanya tidak efektif dan maksimal dalam pengoprasian dan pengelolaan nya. Begitu juga dengan pembangunan gedung BUMDes yang pada umumnya terbengkalai dan tidak terurus. Hal ini dicermati sebagai kelemahan Pemerintah Daerah dalam tahapan perencanaan pembangunan daerah di Negeri ini,” tegasnya.

Bahkan, lanjut Rusminto, jika dilihat dari aspek penempataan dan pengoprasiannya justeru membingungkan. Oleh sebab itu hal ini terlihat dari gagalnya Pemda untuk mendorong penguatan Sumberdaya Daya Manusia (SDM) bagi pengelola BUMDes di Morotai.

“Penempatan gedung BUMDes dari lokasinya yang tidak strategis serta mekanisme pengoprasian nya yang tidak jelas berimplikasi secara langsung pada prospek BUMDes di masa mendatang,” tutupnya. (lud)

spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

ADVERTORIAL

ASPIRASI NEWS

ASPIRASI TERNATE

POLMAS

NASIONAL

DUNIA