Taman Amrydock Kebanggaan Pemda Morotai Dipalang

Reporter: Maulud Rasai

MOROTAI,AM.com – Taman Armydock yang menjadi kebanggan Pemerintah Daerah (Pemda) Pulau Morotai, yang dibangun sejak tahun 2019 itu ternyata masih memiliki hutang ke pemilik lahan hingga ratusan juta rupiah.

Berdasarkan amatan media ini, aksi boikot jalan masuk Pantai Armydock itu dilakukan pemilik lahan sekitar pukul 20.00 WIT, mereka memotong pohon kelapa dan digeser ke jalan utama sehingga akses jalan itu tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Nona Ema, pemilik lahan kepada awak media di lokasi pemalangan mengatakan, pihaknya terpaksa melakukan pemalangan lantaran Pemda Morotai melalui Kabag Pemerintahan tidak mau melakukan pembayaran berdasarkan sisa lahan yang belum dibayar.

Padahal menurut Nona Ema, soal pelunasan sisa pembayaran lahannya itu, Bupati Morotai Benny Laos juga sudah memerintahkan kepada Kabag untuk melakukan pembayaran. Hanya saja, Sofia sebagai Kabag Keuangan tidak mau menindaklanjutinya.

“Pak Bupati suruh bayar tapi ini Sofia keras kepala padahal pak bupati sudah perintah bulan lalu untuk bayar, yang bupati itu pak beny Laos atau ibu Sofia,” ungkapnya.

Dijelaskannya, hutang Pemda Morotai yang belum dibayar itu kurang lebih Rp. 480 juta sekian,  lahan pembangunan taman Army Dok sedangkan lahan yang lain belum dibayarkan juga.

“Anggaran yang belum dibayar sekitar Rp 500 juta, yang jalan belum ada pembayaran, ada lahan lain juga sama, saya banyak bermasalah dengan ibu Sofia, total anggaran 1,7 yang sudah dibayar 1,2 sisanya sekitar 500 juta,” jelasnya.

“Sejak 2019 sudah 3 kali bayar, saya sudah koordinasi dalam tahun ini sekitar 20 kali, saya ini seperti pegawai saya datang tapi tidak ada penyelesaian, saya naik tangga turun tangga, kalau koordinasi saya cek Cok dua kali,” kesalnya.

Tidak hanya itu, para pemilik lahan juga mengecam tidak akan membuka selagi lahan tidak dibayar oleh Kabag Pemerintahan.

“Saya minta pelunasan dulu di lokasi saya sudah tidak mau lagi bayar di kantor, lunas dulu baru angkat palang, kalau ada yang geser, harus bayar dua kali lipat, makanya harus bayar dulu baru buka,” ancamnya.

Untuk diketahui, pemblokade jalan itu berakhir dengan kesepakatan antara Pemda Pulau Morotai melalui Kaban Kesbangpol Lauhin Gorahe dan Kepala Satuan Pamong Praja (Satpol-PP) dengan pemilik lahan di tempat pemblokade bahwa lahan akan segera di selesaikan pada besok hari. (lud)

spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

ADVERTORIAL

ASPIRASI NEWS

ASPIRASI TERNATE

POLMAS

NASIONAL

DUNIA