19 Bahasa di Malut, Hanya 4 Bahasa  Direfitalisasi Kantor Bahasa Provinsi

Reporter: Maulud Rasai

MOROTAI,AM.com –  Kantor Bahasa Provinsi Maluku Utara akan direfitalisasi empat Bahasa Daerah di Maluku Utara (Malut).

Kepala Kantor Bahasa Provinsi Malut, Arie Andrasyah Isa ketika dikonfirmasi mengungkapkan, dari 19 bahasa daerah di Malut ada empat bahasa yang di anggap belum punah yang bakal direfitalisasi.

“Ada empat bahasa daerah yang kami refitalisasi. Yaitu bahasa Ternate yang kedua bahasa Tobelo, terus bahasa Makean Timur atau Dalam dan kemepat bahasa Sula,” ungkap Arie ketika dikonfirmasi, Kamis (03/03/2022).

Empat bahasa yang bakal direfitalisasi itu, tersebar di beberapa wilayah di Maluku Utara. Sementara untuk Bahasa Tobelo, kata dia, rencana direfitalisasi di Kabupaten Pulau Morotai.

“Sesuai dengan target kerja kami, yang bahasa Tobelo itu akan dilakukan di Pulau Morotai untuk merefitalisasi,” katanya.

Menurutnya, empat bahasa yang bakal direfitalisasinya itu lantaran merupakan bahasa yang besar penuturannya,

“Alasannya itu bahasa bahasa yang besar penuturannya, sesuai dengan rapat kami waktu itu bahasa yang nutur nya masih besar dan belum punah. Supaya ada model pematahanannya, dan daya tahannya masih lama begitu,” katanya.

Sementara, bahasa yang sudah punah tidak perlu direfitalisasi karena penuturannya sudah sedikit.

“Bahasa yang sudah punah itu penuturnya sudah tidak ada sehingga tidak perlu direvitalisasi. Diprediksi dalam 5 tahun, bahasa yang hampir punah akan hilang penuturnya. Bahasa Bacan misalnya memiliki penutur yang tinggal sedikit,” tuturnya.

Selain bahasa bacan, bahasa Galela juga termasuk salah satu dari ke 13 bahasa yang tidak di refitalisasi olehnya. “Bahasa Galela itu bahasa pendatang. Bahasa itu kami belum masukan karena penutur nya masih kami belum tau dengan jelas,” katanya.

Ditanya kapan proses refitalisasinya, dirinya mengaku bahwa ke empat bahasa itu bakal di refitalisasi pada tahun ini.

“Rencana keempat bahasa daerah direfitalisasi tahun 2022 ini sudah dimulai karena ketentuan memaknai bahasa itu bisa di refitalisasi dalam waktu satu tahun,” jawabnya. (lud)

spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

ADVERTORIAL

ASPIRASI NEWS

ASPIRASI TERNATE

POLMAS

NASIONAL

DUNIA