spot_imgspot_img

Panitia dan Wasit Dinilai Tak Fair Play, Tim Basanohi FC Siap Tuntut Rp 200 Juta

Reporter: Maulud Rasai

MOROTAI,AM.com – Club Basanohi FC siap tuntut Panitia Pertandingan Bupati Cup II, hal ini ditengarai karena ada dugaan tidak adil yang dilakukan oleh panitia dan wasit pertandingan. Sehingga Basanohi FC mengancam jika tidak menggantikan wasit pertandingan asal Morotai dengan wasit dari Provinsi.

Kejengkelan Basanohi FC terjadi karena keputusan hakim garis yang menganulir gol Basanohi di menit ke-33 babak kedua karena dianggap offside.

Melihat kondisi kedua Suporter Darpan FC Vs Basanohi FC yang saling melempari botol ke dalam lapangan dan kondisi suporter yang tidak lagi steril, wasit pun memutuskan tidak lagi melanjutkan pertandingan dan Pertandingan kedua tim berakhir dengan skor 0-0.

Penanggungjawab Tim Basanohi FC Fahril Bahnan, kepada awak media mengaku kecewa dengan keputusan hakim garis.

“Kami punya vidio, dan secara kasat mata gol itu tidak offside. Tapi kenapa, apakah wasit ini ada desakan kita tidak tahu, tapi yang jelas kita mengginggikan wasit yang profesional sebagai panglima di dalam kompotisi ini. Kami sangat dirugikan dengan keputusan ini,” kesal Fahril.

Lantaran Kecewa dengan sikap wasit tersebut, tim Basanohi bersikap meminta panitia maupun penggawas pertandingan, atau Komisi teknik dan sebagainya, untuk mengganti semua wasit yang berdomisili di Morotai.

“Kami minta panitia maupun dari panitia pengawas pertandingan maupun dari komisi yang teknis untuk menggantikan semua wasit yang berdomisili di sini (Morotai,red),” tegas Faisal.

Menurutnya, netralisasi wasit harus didatangkan dari Provinsi, dengan catatan tidak ada wasit yang domisilinya di Morotai, baik dari instansi maupun dari kelurahan, dari desa dan lain sebagainya.

“Karena kami melihat ini sudah Ngak Fear ini. Kami masih berpikir yang wajar, yang elegan, tapi dengan kejadian seperti tadi bahwa dengan bukti video ini bahwa bayi pun akan tahu bahwa itu tidak offside, orang yang tidak tahu aturan pun akan tahu itu,” tegasnya.

Tidak hanya mengajukan protes, namun Basanohi juga telah melayangkan surat protes ke pihak panitia, dalam surat tersebut pihak Basanohi menegaskan, akan melanjutkan pertandingan bila mana perangkat pertandingan (wasit) tidak diganti.

“Kami merasa dirugikan atas tindakan wasit tersebut, dan mengajukan protes terhadap kepemimpinan wasit. Selanjutnya kami bersedia melanjutkan kompetisi dengan tuntutan bila semua perangkat pertandingan yang akan memimpin kompetisi bola kaki Bupati CUP II yang tidak berdomisili di Morotai (mengambil perangkat pertandingan dari luar Morotai). Bila tuntutan kami tidak diindahkan kama PS Basanohi akan mengundurkan diri dengan catatan mengganti segala biaya operasional selama kami berada di Morotai dengan jumlah biaya sebesar Rp. 200 juta,” tegas Basanohi dalam surat protes. (lud)

spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

ASPIRASI NEWS

ADVERTORIAL

ASPIRASI SOFIFI

ASPIRASI TERNATE

ADVERTORIAL