spot_imgspot_img

Pemkab Desak OPD, Camat, dan Kades Lakukan Pencegahan Stunting 2022 di Sula

Reporter: Am Teapon

SANANA,AM.com- Stunting tidak hanya mengenai pertumbuhan anak yang terhambat, namun juga berkaitan dengan perkembangan otak yang kurang maksimal, tentunya dapat menyembabkan kemampuan mental dan belajar dibawah rata-rata, dan bisa berakibat pada prestasi.

Hal ini menjadi perhatian utama bagi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula (Pemkab) untuk bekerja keras melakukan penurunan dan pencegahan stunting di Kepulauan Sula (Kepsul).

Wakil Bupati Kepsul, M. Saleh Marasabessy dalam sambutannya menyampaikan, kita ketahui bersama bahwa persoalan Stunting telah menjadi agenda pembangunan nasional, dan Kabupaten Kepulauan Sula menjadi salah satu Kabupaten yang ditetapkan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional melalui Peraturan Nomor: KEP.10/M.PPN/02/ 2021 tentang Kabupaten/Kota Lokasi Fokus Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi Tahun 2022.

“Kunci pencegahan dan penanggulangan Stunting adalah pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Sehingga perhatian kepada ibu hamil dan balita dibawah dua tahun (Baduta), baik melalui intervensi spesifik, maupun inervensi sensitif, perlu terus kita upayakan,” ucap Saleh dalam sambutan pembukaan Rembuk Stunting yang gelar di Istana Daerah. Senin, (20/12/2021).

Wabup meminta kepada semua sektor agar ikut terlibat dalam pelaksanaan pencegahan stunting. “Terkait hal Ini, saya minta intervensi tidak hanya diaksanakan oleh sektor kesehatan saja, telapi juga dilakukan oleh sektor-sektor yang lain. Karena tingkat keberhasilan program ini sangat dipengaruhi oleh sektor non kesehatan, dengan proporsi dukungan mencapai 70 persen,” tegasnya.

Saleh bilang, dukungan tersebut diantaranya, melalui pembangunan sanitasi, air bersih, penyediaan pangan yang aman dan bergizi, utamanya pemahaman secara baik, serta kepedulian masing-masing Individu, untuk mengoptimalkan perannya, dalam upaya penanggulangan stunting.

“Masalah gizi harus menjadi prioritas yang tidak bole kita abaikan. Pemerintah daerah tetap berkewjiban untuk menjamin kecukupan gizi masyarakat. Oleh karenanya, saya meminta kepada seluruh perangkat Daerah bersama stake holder terkait untuk melakukan inovasi-inovasi dalam pandemi ini, agar upaya pemenuhan gizi masyarakat, utamanya bagi mereka yang rentan, seperti Ibu hamil dan anak balita, pergunakan pangan lokal di masing-masing,” imbaunya.

Wakil Bupati (Wabup) dengan akronim SAH itu menyebutkan, pada Tahun 2022 pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula telah menetapkan 15 Desa Lokasi Fokus Stunting, yaitu Desa Sama, Desa Fatkauyon, Desa Baleha, Desa Walsepa, Desa Waigolyofa, Desa Pelita Jaya, Desa Waitulla, Desa Mangoli, Desa Wailab, Desa Auponhia, Desa Modapuff Trans, Desa Pastabulu, Desa Modapuhi, Desa Modapia dan Desa Minaluli sebagai Lokasi Fokus Penanganan Stunting.

Wabub berharap kepada para Pimpinan OPD terkait, untuk dapat merencanakan program kegitan SKPD Tahun 2022 yang lebih difokuskan kepada desa-desa tersebut di atas, dan kepada para Camat, agar dapat memfasilitasi dan mengkoordinir desa.

“Pastikan bahwa semua desa mengalokasikan dana untuk kegiatan pencegahan dan penurunan stunting pada tahun 2022,” pintanya. (¢)

spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

ASPIRASI NEWS

ADVERTORIAL

ASPIRASI SOFIFI

ASPIRASI TERNATE

ADVERTORIAL