spot_imgspot_img

Festival Tanjung Waka 2021 “Dibatalkan”, Kenapa? Ini Alasannya!

Reporter: Am Teapon

SANANA, AM.com – Setelah 3 (tiga) kali ditunda pelaksanaan festival Tanjung Waka, tahun 2021 akhirnya “dibatalkan” dan akan dilaksanakan pada tahun 2022 mendatang.

Padahal, Festival Tanjung Waka yang terletak di desa Fatkauyon kecamatan Sulabesi Timur telah masuk dalam Kharima Event Nusantara dan Even Nasional ke 83 yang diluncurkan Presiden RI dan Kementerian Pariwisata (Kemenparekraf).

Tak hanya itu, festival yang telah dirintis sejak 4 tahun lalu itu, terpaksa dibatalkan meskipun sejumlah persiapan kegiatan telah dimantapkan untuk dilaksanakan pada bulan September lalu, dan ditunda pada bulan Oktober. Namun, kembali ditunda pada 18 Desember 2021 besok.

Sehari menjelang pembukaan, Pemerintah Daerah (Pemda) kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) melalui Panitia Pelaksanaan Festival Tanjung Waka (FTW) mengumumkan FTW tahun 2021 “dibatalkan” dan akan dilanjutkan pada tahun 2022 mendatang.

“Kegiatan Festival Tanjung Waka yang kemarin rencananya akan digelar pada tanggal 18 sampai 22 Desember, sekarang dimundurkan pada tanggal 25 sampai 28 Februari 2022,”ungkap Ketua Panitia, Sahjuan Fatgehipon saat konferensi pers. Jumat, (17/12/2021).

Kata Sahjuan, alasan penundaan kegiatan FTW dikarenakan karena pertimbangan cuaca ekstrem dari pihak Kementerian.

“Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan dari pihak Kementerian, dalam hal untuk memutuskan terkait dengan penundaan Festival Tanjung Waka. Yang pertama, persoalan cuaca ekstrem berdasarkan data dari BMKG, bahwa di tanggal 13 sampai 18 Desember itu cuaca sangat ekstrim di Maluku dan Maluku Utara,”katanya.

Sahjuan bilang, tidak ada unsur kesengajaan dari bentuk apapun, tapi ini merupakan pertimbangan murni dari pihak kementerian.

Ia mengaku, bila kegiatan FTW dilaksanakan pada Februari 2022 mendatang, maka dari kementerian pun akan membantu dari segi anggaran maupun bentuk promosi.

“Pihak kementerian pun sudah menyampaikan akan mendorong FTW dari sisi anggaran dan promosi-promosi,” ungkapnya.

Disentil terkait penggunaan anggaran, menurut Sahjuan, tekniknya pihak keuangan berkonsultasi dengan BPK.

“Terkait dengan anggaran, sudah mempunyai ketentuan-ketentuan umum. Jadi, tentunya apa-apa yang sudah dilaksanakan itu masuk pertanggungjawaban tahun ini. Tetapi kalo misalnya belum dilaksanakan, berarti geser di anggaran 2022. Tekniknya, dari pihak keuangan berkonsultasi dengan BPK dan instansi terkait dengan pengeluaran anggaran,” tutupnya.

spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

ASPIRASI NEWS

ADVERTORIAL

ASPIRASI SOFIFI

ASPIRASI TERNATE

ADVERTORIAL