Reporter: Nai Am Teapon
SANANA,AM.com-Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kesehatan Bhakti Sula Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) telah bekerja sama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kepsul, dalam rangka untuk mewujudkan siswa SMK terampil melalui praktik kebutuhan dasar manusia. Senin (15/11/2021).
Kepala SMK Kesehatan Bhakti Sula, Slamuddin Sapsuha menilai, kegiatan yang dilakukan sangat positif, karena menyangkut dengan persoalan kesehatan.
“Dengan adanya praktik yang dilakukan, dengan sendirinya siswa tidak hanya memiliki pengetahuan secara teori. Paling tidak, siswa sudah dapat melakukan hal-hal kepada kebutuhan manusia itu sendiri,” jelasnya saat diwawancarai.
Slamuddin berharap, SMK Kesehatan Bhakti Sula tetap menjalin kerjasama dengan PPNI Kepsul, sehingga berlanjut secara terus-menerus.
“Semoga PPNI terus bekerja sama dengan SMK Kesehatan Bhakti Sula terus-menerus untuk generasi Bhakti berikutnya, dalam rangka memberikan pemahaman dasar tentang kesehatan,” harapnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Maluku Utara Cabang Kepsul, Syawal Umanahu memberikan apresiasi kepada SMK Kesehatan Bhakti Sula dan PPN yang sudah bekerja sama untuk memberikan inovasi kepada siswa-siswi, khususnya jurusan kesehatan.
“Selaku Pimpinan, saya memberikan apresiasi kepada SMK Kesehatan Bhakti Sula dan PPNI yang sudah melakukan kegiatan ini. Sebab ini juga bagian daripada inovasi penting, agar siswa tidak hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi praktik pun penting untuk diterapkan di lingkungan sekolah, tujuannya untuk bisa aplikasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki,” katanya.
Selain itu, Ketua Panitia Pelaksana, Desiyanti Umasugi manyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang turut hadir dan membantu terselenggaranya kegiatan. Desiyanti pun sebut, siswa-siswi yang mengikuti kegiatan tidak hanya dari SMK Kesehatan Bhakti Sula, namun ada juga dari sekolah-sekolah lain.
“SMK Negeri 8 Kepulauan Sanana, dan SMK Negeri 2 Sanana Utara yang saat ini diundang untuk hadir mengikuti praktik secara bersama,” ucap Echy sapaan akrabnya.
Sementara Ketua PPNI Komisariat Rumah Sakit yang menjadi fasilitator, Lindari R. Makassar menyampaikan, praktik yang dilakukan, yakni bantuan hidup dasar.
“Yang kami beri itu, materi dan praktik bantuan hidup dasar. Karena bantuan hidup dasar tidak hanya diketahui oleh kami orang kesehatan, tetapi haruslah sudah diketahui oleh siswa-siswi dan masyarakat pada umumnya. Supaya mereka bisa memberikan pertolongan kepada korban atau pasien yang tidak sadar,” imbuhnya. (√)



