spot_imgspot_img

SK Gubernur Malut Soal Pemberhentian M. Rasmin Fabanyo Dibatalkan PTUN Ambon

Reporter: Maulud Rasai

MOROTA,AM.com – Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pulau Morotai M. Rasmin Fabanyo akui Surat Keputusan Gubernur Maluku Utara dibatalkan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Ambon.

Pembatalan itu terhadap SK Gubernur Nomor 402/KPTS/MU/2021 tentang Pencabutan Putusan Gubernur Maluku Utara Nomor 20/KPTS/MU/2021 tentang Peresmian Pemberhentian Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pulau Morotai Masa Jabatan 2019-2024 terhadapnya itu batalkan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Ambon.

Hal tersebut berdasarkan Putusan PTUN Ambon Nomor 20/G/2021/PTUN.ABN tanggal 21 September 2021 yang membatalkan Keputusan Gubernur Maluku Utara Nomor 20/KPTS/MU/2021 tentang Peresmian Pemberhentian Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pulau Morotai Masa Jabatan 2019-2024 atas Nama M. Rasmin Fabanyo.

“Jadi sekitar 8 bulan tidak menjalankan tugas sebagai anggota DPRD, kemudian atas dasar surat Keputusan Gubernur itu saya juga mengajukan keberatan ke Gubernur karena bagi saya ada beberapa alasan,”kata Rasmin usai rapat paripurna genda pengucapan sumpah janji pengaktifan anggota DPRD Morotai di aula gedung DPRD Morotai, Rabu (03/11)
“Kemudian pasal 27 itu mengatur hanya 4 tahun ancaman hukumannya. Kasusu ini belum ingkra sehingga saya belum bisa diberhentikan sementara. Nah dengan dasar ini kemudian saya mengajukan keberatan di Gubernur Malut spai dengan 14 hari diberikan sebagaimana tenggang waktu sehingga saya mengajukan gugatan ke PTUN Ambon, kemudian PTUN Ambon membatalkan SK Gubernur yang kami sampaikan dan meminta kepada Gubernur segera mencabut SK pemberhentian sementara,”tambah dia.
Disamping itu, dirinya menganggap bahwa sebagai Politisi apa yang di alaminya itu merupakan konsekuensi politik,”Bagi saya, sebagai Politisi harus menerima Konsekuensi-konsekuensi Politik. Saya menanggap ini adalah bagian dari perjalanan politik saya, Saya terima dengan Ikhlas dan kemudian saya di ambil Sumpah dan janji pengaktifan kembali maka saya berusaha yang terbaik untuk bekerja sebagaimana amanah Undang-undang, namun sebelum matahari terbit maka perjuangan pun belum berakhir,”cetusnya. (lud)

spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

ASPIRASI NEWS

ADVERTORIAL

ASPIRASI SOFIFI

ASPIRASI TERNATE

ADVERTORIAL