spot_imgspot_img

Diduga Belum Divaksin, Pj. Kades Posi-Posi Rao Larang Warga Jadi Buruh Pelabuhan

Reporter: Maulud Rasai

MOROTAI,AM.com – Di Morotai pekerjaan sebagai buruh pelabuhan pun dikenai  syarat vaksinasi untuk bisa bekerja disektor paling kasar tersebut.

Hal ini terjadi pada warga di Desa Posi-Posi Rao Kecamatan Pulau Rao dilarang bekerja sebagai pekerja bongkar Muat  di Pelabuhan setempat jika belum di vaksin Covid-19.

“Terjadi di desa Posi-Posi Rao, ini dipertanyakan oleh masyarakat yang belum divaksin. Tolong pemerintah Morotai tanggapi apakah orang belum vaksin tidak bisa kerja sebagai buruh pelabuhan sendiri, kenapa degan cara kerja orang harus ditekan, sedangkan orang mau kerja cari makan, mana yang lebih baik bekerja atau mencuri. Tolong Pemerintah daerah cepat tanggapi masalah ini, karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan, terus ini peraturan dari pemerintah atau bagaimana,” ungkap sejumlah warga Posi-posi Rao, kemarin.

Terpisah, Pjs Kades Posi-Posi Rao, Frengki Mansa, ketika dikonfirmasi via telephone mengaku bahwa kebijakan yang diambilnya itu dengan tujuan agar masyarakat bisa terbebas dari penyakit.

“Kami ajak semua masyarakat untuk datang untuk pemeriksaan. Bukan ada pemaksaan, supaya mereka bisa periksa mereka punya penyakit apa atau mungkin tidak bisa vaksin. Tapi ini mereka tidak mau datang. Mereka punya alasan sakit sehingga tidak mau divaksin. Ini tidak hargai pemerintah, sehingga saya ambil kebijakan untuk mereka vaksin dulu baru bekerja sebagai buruh. Jadi bukan kami membatasi mereka alangkah baiknya mereka hargailah dan datang pemeriksaan. Yang belum divaksin kami sudah larang, alasan mereka bilang sakit kok bisa bekerja,” jelasnya.

Pihaknya juga mengaku bahwa, walaupun kebijakannya itu belum dikoordinasikan dengan satgas COVID-19 Kabupaten, Namun pihaknya mengambil kebijakan itu agr Masyarakat setempat lebih menghargai pemerintah desa setempat.

“Kami juga belum bikin edaran tetapi semestinya mereka hargai pemerintah desa. Jangan mereka tidak datang dan acu. Kalau buruh sudah divaksin kami tidak hentikan, sehingga cara kami membatasi itu. Kalaupun setelah mereka diperiksa lalu dinyatakan ditunda atau seperti apa mereka tetap bekerja. Kebijakan ini juga untuk kesehatan mereka. Sakit kok bisa berkerja sehingga ini kami sesalkan,” katanya. (lud)

spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

ASPIRASI NEWS

ADVERTORIAL

ASPIRASI SOFIFI

ASPIRASI TERNATE

ADVERTORIAL