spot_imgspot_img

Akibat Mutasi, Peserta Didik Terbengkalai

Reporter: Slamet

BOBONG,AM.com – Akibat mutasi pegawai oleh Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu yang diumumkan pada tanggal 02 september 2021, terdapat 5 guru SD negeri Salati yang akan dimutasi dan hal ini mengakibatkan proses belajar mengajar tidak berjalan efektif.

Pasalnya, para pegawai utamanya guru yang telah diumumkan namanya sebagai pegawai yang akan dimutasi lebih memilih mempersiapkan diri sambil menunggu surat keputusan mutasi ke tempat baru, sehingga hal ini mengakibat proses belajar mengajar tidak berjalan efektif dan efisien seperti biasanya.

Ode rizal selaku ketua badan perwakilan mahasiswa FKIP Untika Luwuk yang juga pemerhati pendidikan Taliabu saat diwawancarai reporter aspirasimalut.com, Rabu (8/09/2021), mengatakan bahwa kalau kemudian proses mutasi ini adalah bentuk penyegaran maka guru yang dipindahkan dari satu sekolah harus seimbang dengan guru yang dimasukan ke sekolah tersebut.

“Contohnya seperti SD Negeri Salati ada 5 (lima) orang guru dimutasi namun tidak ada satu pun pegawai atau guru yang dimasukan oleh pemerintah daerah ke sekolah ini,” ungkapnya.

Ode Rizal menilai mungkin dalam proses mutasi massal yang dilakukan oleh pemerintah daerah ini tanpa melihat dan mempertimbangkan kebutuhan sekolah, sehingga hal ini dapat membuat proses belajar mengajar tidak akan berjalan dengan efektif serta peserta didik terbengkalai karena minimal rasio atau perbandingan antara guru dan murid harus seimbang yaitu 1 ( satu) kelas satu guru.

“Namun kalau seperti SD Negeri Salati yang sebelumnya jumlah guru ada 9 orang dan yang dimutasi 5 orang tersisa 4 orang banding 6 kelas, jelas ada 2 kelas yang akan terbengkalai nanti dan tidak terwakili langsung oleh guru saat menerima mata pelajaran,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi ke pihak sekolah menyatakan bahwa memang benar ada 5 orang guru yang telah diumumkan namanya untuk dimutasi dan guru  tersisa 4 orang.

“Jadi menurut informasi bahwa mulai minggu depan sekolah akan berjalan seperti biasa yaitu ada siswa pulang jam 10. 00 wita dan jam 12.00 wita, sehingga kami yang 4 orang guru ini harus berkerja ekstra lagi untuk mengawal proses belajar mengajar,” paparnya.

Sehingga itu, Ode Rizal berharap kepada pemerintah daerah, khusus BPKSDMA Kabupaten Pulau Taliabu agar meninjau kembali langkah mutasi ini dengan mempertimbangkan kebutuhan sekolah karena hal ini dapat menghambat proses belajar mengajar yang di lakukan di sekolah se-Kabupaten Pulau Taliabu utamanya SDN Salati. (∆)

spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

ASPIRASI NEWS

ADVERTORIAL

ASPIRASI SOFIFI

ASPIRASI TERNATE

ADVERTORIAL