Reporter: Maulud Rasai
MOROTAI,AM.com – Baru saja selesai dibangun dan belum sempat digunakan, namun atap lima gedung Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Central Bisnis Distrik (CBD) Kecamatan Morotai Selatan yang menghabiskan anggaran senilai Rp. 32 miliar itu sudah ambruk pada Rabu (01/09).
Berdasarkan pantauan media ini, lima gedung yang dibuat dalam bentuk petak itu saat ini tidak lagi memiliki atap karena atap yang terbuat dari spandek dan baja ringan itu ambruk dan lepas. Diduga kuat, penyebabnya karena tiupan angin dan tidak kuatnya baut penahan rangka baja. Sehingga, seluruh rangka baja dan spandek lepas dan jatuh di belakang gedung Bumdes.
Di sisi lain juga, gedung BUMDes yang sementara dibangun yang berada di sebelahnya tidak bermasalah padahal model bangunan atau typenya sama.
“Kemungkinan mur penahan rangka baja yang dipasang di dinding tidak kuat, saat angin sehingga lima rangka bangunan lepas dan jatuh ke belakang,” ungkap Ardi, salah satu saksi mata.

Ardi bilang, jatuhnya rangka baja itu patut dipertanyakan kualitasnya, sebab yang namanya proyek harus baik dan bisa bermanfaat untuk orang banyak, apalagi proyek tersebut dibangun menggunakan anggaran negara yang peruntukannya untuk kepentingan umum.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Gedung BUMDes, Jufri Latif yang juga selaku Kepala Bidang (Kabid) Litbang Bappeda Pulau Morotai, ketika dikonfirmasi awak media melalui pesan singkat WhatsApp membenarkan bahwa rangka baja jatuh karena angin.
“Ada pemasangan tadi angin kencang itu mereka belum pasang kuda-kuda dari bawa, padahal saya sudah perintahkan pasang kuda-kuda. Pas angin saya di sana. Angin puting beliung,” akunya.
Dia memastikan perbaikan atap gedung tersebut mulai besok sudah kembali di kerjakan. “Saya ada di lokasi, mereka sudah bongkar dan besok sudah mulai pasang,” jelasnya. (lud)



