spot_imgspot_img

Aktivis Morotai Pertanyakan Realisasi & Progres Pinjaman Dana PEN

Reporter : Maulud Rasai

MOROTAI,AM.com – Pinjaman dana Pemulihan Ekonomi Nasioanl (PEN) oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Pulau Morotai ke PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp. 200 Miliyar.

Hanya saja, progres pinjaman uang ke pusat maupun progres fisik pembangunan hasil pinjaman itu hingga kini belum disampaikan secara langsung ke publik Morotai. Dengan demikian, publik berharap Pemda Morotai bisa melakukan ekspos terhadap anggaran yang dipinjam tersebut.

“Kan ada dana pinjaman 200 miliar kemarin, namun, kita tidak tahu progresnya baik realisasi dana pinjamannya maupun progres fisik bangunan dengan menggunakan dana pinjaman itu, makanya kami minta Pemda Morotai sampaikan itu,” perintah Ekal Samlan, salah satu aktivis Anti korupsi Morotai kepada media ini, Senin (23/08).

Menurut Ekal, publikasi anggaran pinjaman daerah ke PT. SMI itu menjadi catatan penting dalam rangka transparansi anggaran negara yang bernilai ratusan miliar tersebut.

“Yang namanya anggaran negara itu, satu sen pun harus dipertanggungjawabkan, olehnya itu Pemerintah Daerah berkewajiban menyampaikan itu, misalnya dana pinjaman itu bangun apa, dan fisik bangunannya itu juga sejauh mana biar publik tahu,” ujarnya.

Sementara Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pulau Morotai, Suryani Antarani, ketika dikonfirmasi terkait progres penggunaan dana pinjaman ke PT SMI. Dirinya mengaku sudah direalisasi semuanya.

“Samua bertahap tara satu kali, kan ada tahap satu tahap dua dan tiga dari pusat dari PEN yang ada tara sekaligus misalnya 200. Dia bertahap sesuai realisasi begitu laporan masuk, tahap dua dong kirim lagi,” akunya.

Menurutnya, terkait data realisasi menjadi tupoksinya. Hanya saja, dirinya belum bisa menjelaskan angka angka lantaran kepala bidangnya tidak berada di tempat.
Selain itu, dirinya tidak bisa bicara banyak lantaran terkait dana pinjaman itu lebih diketahui oleh Sekda dan mantan kadis keuangan Muhammad Umar Ali.

“Nanti torang cek e kita tidak bisa bicara banyak, itu bisa langsung ke Sekda, kalau bicara realisasi, tapi kita berdasarkan data dan kalau data saya tara bisa karang-karang, Kalau mau lebih jelas tahapan ini kan di Pak Amat ( Mantan Kaban) langsung di Pak Amat saja untuk konfirmasi jangan sampe biasa di saya to, tapi kalau untuk dia punya salur itu bertahap sampe tiga tahap,” terangnya.

“Kita punya kewajiban laporkan torang punya realisasi dengan progres, karena torang punya tupoksi keuangan pila pila tong punya tupoksi, jadi pinjaman ini kan TAPD juga didalam situ jadi dia punya tahapan itu ada di kuangan dan Bappeda dan ada pak Sekda,” jelasnya. (lud)

spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

ASPIRASI NEWS

ADVERTORIAL

ASPIRASI SOFIFI

ASPIRASI TERNATE

ADVERTORIAL