Reporter: Ong Rasai
SOFIFI,AM.com – Pagi itu gemericik air kali masih terdengar sama teduhnya dengan pagi pagi yang lalu, namun pinggiran kali di belakang kampung Desa Woda, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan yang biasanya sepi disesaki banyak orang demi melihat merah putih berkibar.
Uniknya upacara tujuh belasan itu dihadiri oleh orang pedalaman hutan Halmahera yakni orang Tobelo Dalam (O‘Hongana manyawa) atau secara kasar dikenal masyarakat umum sebagai Suku Togutil. Demi sampai di tempat upacara itu mereka menempuh perjalanan kaki dari dalam hutan Halmahera selama 2 hari.

Ustadz Nuhadi, dai yang ditugaskan Yayasan Hidayatullah untuk membina para mualaf orang Tobelo Dalam ini bercerita tentang perjalanan mereka untuk memperingati hari ulang tahun ke-76 Republik Indonesia.
“Mereka tinggalnya jauh dari sini, ada ditempuh dengan berjalan kaki beberapa jam, tetapi ada juga yang sampai 2 hari dua malam jalan kaki,” ujar Ustadz.
Menurutnya, antusias orang Tobelo Dalam mengikuti upacara ini terlihat dari rencana yang sudah disampaikan dua Minggu atau pada akhir Juli lalu, antara orang Tobelo Dalam yang sudah mualaf dan bermukim di belakang kampung Desa Woda dan saudaranya orang Tobelo Dalam yang masih tinggal di hutan.
“Meskipun yang mualaf masih sedikit tapi Alhamdulillah silaturahmi mereka selalu terjaga dan ini terbukti dengan kehadiran mereka bahkan dari hari Minggu atau dua hari sebelum upacara,” ujarnya.

Sebagaimana upacara pada umumnya, merah putih digiring oleh 3 orang, inspektur upacara dan pembinaan uparcara. Penggerak bendera dengan sikap dan langkah pasti mengaitkan bendera kebangsaan Indonesia ini dengan tali dan menariknya perlahan diiringi langu Indonesia Raya.
“Poresnil upacara dari orang Tobelo Dalam juga,” ungkap dai kuda yang penuh semangat ini.
Kehadiran orang Tobelo Dalam ini berbaur bersama dengan masyarakat sekitar yang jumlah hampir ratusan itu, dengan khidmat menyaksikan merah putih perlahan naik ke puncak tiang bendera yang terbuat dari bambu.
Meskipun senderhana dan dilaksanakan beberapa kilometer ke hutan dan jauhnya dari pemukiman warga, mereka menunaikan janji bakti sebagai anak negeri pada Indonesia tercinta. (∆)



