Reporter: Maulud Rasai
Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati pada acara memperingatii Nuzulul Qur’an 17 Ramadhan 1442 H tahun 2021 M, yang dilaksanakan oleh Badan Ta’mir Masjid (BTM) Al-Muhajirin dan Pemda Pulau Morotai di Desa Yayasan Kecamatan Morotai Selatan (Morsel), Kamis (29/04) malam kemarin.
“Uang di kesra itu full (banyak,red) jadi kegiatan Kase banyak-banyak sudah tak apa-apa, kenapa simpan-simpan kalau ada kegiatan itu silahkan, di Kesra masihasi ada uang. Jadi tidak usah simpan-simpan, jangan sedikit-sadikit tidak ada duit (uang,red),” ungkapnya.
Asrun bahkan menegaskan kalau ada kegiatan apalagi kegiatan keagamaan ke kesra pasti ada duit, sehingga dia tak ingin lagi mendengar alasan dari Bagian Kesra dan Bagian Humas bahwa ada kegiatan keagamaan yang tak ada duit, sebab pemerintah pasti ada anggaran yang disiapkan untuk kegiatan tersebut.
“Kalau cuma beli kue itu ada jadi bikin saja. Ini kan hal-hal yang bermanfaat karena ini juga bagian dari Dakwa,”ucap haji Asrun sapaan akrabnya.
Dihadapan jamaah, Asrun meminta kepada masyarakat agar saat melakukan kegiatan keagamaan maka hubungi saja bagian Kesra, dan dia tak ingin lagi terjadi kegiatan keagamaan tersendat karena uang masih ditahan di Bagian Kesra.
“Kalau ada kegiatan keagamaan undang saja kesra atau pemerintah daerah,” tegas Asrun.
Selain itu, dirinya juga berterima kasih kepada Pengurus Badan Ta’mir Masjid (BTM) Al-Muhajirin Desa Muhajirin Kecamatan Morsel karena sudah memakmurkan masjid dan desa dengan hal-hal keagamaan.
“Sayaa berterima kasih Alhamdulillah BTM di Desa Muhajirin bisa menyelenggarakan kegiatan-kegiatan keagamaan dengan baik. (∆)



