spot_imgspot_img

Dinilai Serobot Perkebunan Warga, Komisi III Desak PT. Amazing Tabara Tunjukan Dokumen Izin

TERNATE, AM.com – Beberapa pekan terahirn ini, sejumalh perusahaan pertambangan yang beroperasi di Maluku Utara menjadi sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi. Tidak terkecuali, PT. Amazing Tabara di Pilau Obi, kabupaten Halmahera Selatan (Halsel).

Komisi III DPRD Provinsi Maluku Utara, menilai perusahaan pertambangan emas ini telah melakukan penyerobotan perkebunan warga. Sehingga itu diminta untuk menunjukan proses izin hingga proses keterlibatan sidang Analisis Dampak lingkungan (AMDAL), serta izin produksi. Setidaknya, desakan ini terlihat saat rapat dengan PT Amazing Tabara pada Kamis (18/3/2021) di sekretariat DPRD di Ternate  yang dihadiri oleh direktur dan komisaris Sarka Elajo.

Dalam rapat tersebut, Komisi III mempertanyakan izin perusahaan PT. Amazing Tabara yang masuk di areal pemukiman warga dan Areal Pengunaan Lain (APL)  yang notabene sebagian besar adalah areal perkebunan masyarakat. “Jadi komisi III mengkonfirmasi terkait proses perizinan. Mulai dari izin eksplorasi, mulai dari kabupaten sampai pada izin produksi yang dikeluarkan DPTSP tahun 2018 termasuk, termasuk izin-izin lain yang mendahului itu. Termasuk izin lingkungan dan sekarang terakhir itu izin pinjam pakai kawasan yang  Pertimbangan Teknis (Pertek) dikeluarkan oleh  Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK),”ungkap  ketua komisi III Zulkifli H Umar  saat ditemui usai rapat.

Menurut politisi PKS ini, pihak perusahaan mengakui bahwa proses  mulai dari izin eksplorasi, semua surat-suratnya diurus. Terakhir berkaitan dengan izin perusahaan dan tinggal izin pinjam pakai kawasan hutan yang nanti menjadi kewenangan pihak Kementerian KLHK. “Memang di Peta yang dikeluarkan oleh Dinas Kehutanan itu tergambar berapa areal yang dimohon agar diizinkan oleh perusahaan kepada pemerintah yakni, 200 hektar lebih”,ujarnya.

Namun, kata Zulkifli, menjadi permasalahan areal yang dizinkan adalah areal desa Anggai dan perbatasan desa Anggai dan desa Sambiki sebagian besar APL itu masuk di area PT. Amazing Tabara.

Tidak hanya itu, Lanjut dia, Komisi III juga mempertanyakan terkait berita acara AMDAL apakah ada keterlibatan masyarakat atau tidak. Namun pihak perusahaan mengakui ada. “Nah kalau ada kami minta. Karena belum punya kita minta berita acara AMDALnya yang menegaskan itu sudah dilibatkan masyarakat”,cecarnya.

Disisi lain, Lanjut Zulkifli, DPRD memiliki dua surat juga yang itu beriisi penolakan masyarakat desa  yang ditandatangani oleh 800 orang. “Dari surat itu, sehingga satu dua hari mereka berikan itu”,jelasnya.

Intinya, sambungnya. DPRD berpikir kelanjutan masa depan masyarakat setempat karena izin  produksi dilakukan maka sesuai Peta jarak pemukiman dengan batas izin pinjam pakai kawasan hutan itu hanya 1,5 kilometer persegi.

“Maka dia masuk APL di perkebunan masyarakat. Artinya bahwa kalau masyarakat menolak berarti ada problem disitu. Sehingga kita lakukan rapat untuk mencari solusinya”,tegasnya

Lebih jauh dikatakan, Mestinya ada kebijakan  pemerintah mempertimbangkan ketika memploting area pertambangan itu. ” Kami di komisi III juga sifatnya masih konfirmasi dan meminta data-data perusahaan. Kami akan lihat kembali masalah berita acara AMDAL dan izin lingkungan yang  kalau mengacu pada Peraturan-pemerintah nomor 22 tahun 2017 harus diperbarui setiap 3 tahun. Kalau yang ini dia sampai sekarang tidak perbaharui itu,”bebernya.

DPRD menurut Zulkifli memberikan masukan untuk mencari jalan tengah misalnya penciutan area pertambangan sehingga tidak mengena area perkebunan masyarakat tarulah win-win solution sehingga  perusahan tetap beroprasi perkebunan tidak terganggu dan proses pertanian yang masyarakat tetap jalan.

“Saya bilang ke perusahan tadi ketika su ada penetapan area ada dan ketika dia sudah ada penetapan area seperti ini dan ketua dia sudah berproduksi itu masyarakat akan sulit masuk di area itu itu terjadi dibeberapa wilayah seperti di Gane Barat, PT IWIP juga begitu, ini yang kita tidak mau terjadi di Obi”,tegasnya.

spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

ASPIRASI NEWS

ADVERTORIAL

ASPIRASI SOFIFI

ASPIRASI TERNATE

ADVERTORIAL