spot_imgspot_img

RSU Sofifi Belum Memiliki Tempat Pembuangan Limbah Medis

SOFIFI, AM.com – Sejak beroperasi pada awal tahun 2020 lalu, Rumah Sakit Umum (RSU) Sofifi yang merupakan milik pemerintah provinsi Maluku Utara belum memiliki izin tempat pembuangan limbah medis, demikian disampaikan kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Safruddin Tukuboya saat ditemui, Selasa (16/03/2021).

Safruddin mengaku, saat ini pihaknya baru melakukan koordinasi dengan pengusaha tentang proses izin kelayakan. Sebab, banyak kegiatan pemerintah yang belum memiliki Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL). “Saya kemarin langsung koordinasi dengan Direktur RSU Sofifi untuk segera kita persiapkan,”ujarnya.

Dikatakan, DLH  mempuyai kewajiban untuk mengeluarkan izin UKL-UPL. Meski begitu, sekarang yang mau didahulukan adalah rumah sakit yang mau di bangun. “Jadi sekarang kita kajian Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) untuk rumah sakit yang besar nanti yang mau dibangun,”katanya.

Sedangkan Rumah Sakit Sofifi yang sudah beroperasi baru kordinasi dengan direktur untuk segera melakukan kajian untuk sidang mendapat surat keterangan kelayakan. “Sekarang namanya Surat keterangan kelayakan”,jelasnya.

Menurutnya walaupun belum ada surat keterangan kelayakan tetapi aktifitas pelayanan tetap jalan, sekarang limbah rumah sakit ditempatkan di tempat yang memang sudah standarnya limbah medis ditampung. Nantinya karena di Maluku Utara baru satu pengusaha yang  memiliki izin penampung. “Kita di Maluku Utara baru punya satu izin penampung ,dan baru pengusaha lokal yang punya izin penampung limbah, sehingga kita sudah koordinasi untuk nanti pengumpulan dan penghimpunanya agar dilakukan kajian,”tambahnya lagi.

Dia mengajak kepada pengusaha lokal untuk beeinvestasi terkait dengan pengolahan limbah bukan saja limbah medis tetapi banyak sekali limbah kegiatan perusahan yang besar itu juga perlu di kelolah sementara kita punya sumber daya manusia dan infrastruktur seperti perusahan -perusahan yang nanti mengelolah limbah dan menyimpan   limbah itu  masih belum ada sehingga diharapkan segera ada.

Sementara tempat penyimpanan limbah itu belum ada sementara masih kordinasi dengan direktur Rumah sakit untuk menyiapkan itu,namun mungkin karena jumlah pasien juga belum terlalu signifikan. “Saya cukup dengan tempat penyimpanan sementara itu ,tapi memang harus dikelolah dengan baik,tapi  nanti Torang mengantisipasi jika nanti Sofifi sudah bergerak lebih maju pasien semakin lebih banyak nanti limbah medis itu akan semakin banyak dan rumah sakit sudah memahami itu ada aturan terkait itu mereka sudah memahami Pengelolahan limbah medis yang pasti DLH sudah kordinasi”,pungkasnya.

spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

ASPIRASI NEWS

ADVERTORIAL

ASPIRASI SOFIFI

ASPIRASI TERNATE

ADVERTORIAL