SOFIFI,AM.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara melalui Bidang pembinaan Pendidikan Khusus, Layanan Khusus) memberi perhatian lebih kepada pendidikan anak berkebutuhan khusus yang tersebar di 20 Sekolah Luar Biasa (SLB).
Hal ini terlihat dari upaya Dikbud Malut saat melantik badan pengurus Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Komunitas Ketunaan SLB provinsi Maluku Utara masa bakti 2021-2023, yang berlangsung di aula kantor Dikbud Malut di Sofifi, Rabu (24/2/2021).
Sebanyak 37 pengurus MKKS PKLK yang diketuai oleh Abdullah hi Ishak, sekertaris Gafar Nurdin dan bendahara Maryani Hi Tamrin. Dilantik oleh Sekertaris Dikbud, Amiruddin mewakili Kadikbud Malut, Imam Makhdy Hassan.
“Pemerintah berkomitmen untuk memberikan layanan pembelajaran program pendidikan inklusif dipandang sebagai upaya untuk menghilangkan diskriminasi terhadap anak yang berkebutuhan khusus,” kata Amiruddin dalam sambutannya.
Ketua MKKS, Abdullah hi Ishak dalam kesempatan itu meminta kepada pemerintah provinsi untuk melihat terkait kekurangan tenaga pengajar khususnya ASN yang berada di SLB.
“Bahkan ada SLB hanya kepala sekolah yang PNS sementara yang lainnya hanya berstatus honorer, yang PNS ini juga sebentar lagi akan beberapa pensiun,” ungkap Abdullah yang juga selaku Kepala SLB Negeri Halmahera Barat ini.
Abdullah bilang, pihaknya berkomitmen untuk memberikan pelayanan pendidikan kepada anak-anak berkebutuhan khusus, sehingga semuanya dapat mengenyam pendidikan di SLB.
“Ada 20 SLB di Maluku Utara, hanya satu kabupaten yang belum yakni Pulau Taliabu, dan kita siap untuk memberikan pelayanan pendidikan LB di sana,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan PKLK Dikbud Malut, Rizka Amin menanggapi soal SLB di Kabupaten Pulau Taliabu telah ada upaya untuk dibentuk.
“Kita sadari banyak PR yang harus kita selesaikan dalam bidang ini, seperti di Taliabu itu memang sudah dibentuk, hanya saja terkendala pada hibah kabupaten,” ungkapnya.
Rizka berkomitmen untuk memberikan pelayanan pendidikan LB di semua kabupaten kota di Provinsi Maluku Utara. “Saya ingin berbuat banyak pada bidang ini, sehingga SLB juga diperhatikan betul,” pungkasnya.



