spot_imgspot_img

Panti Anak Canangkan Gerakan Orang Tua Asuh

TERNATE,AM.com – Melalui momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 H / 2020 M, Pemerintah Daerah Provinsi Maluku Utara, melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Panti Sosial Asuhan Anak Budi Sentosa dan Rumah Sejahtera Dinas Sosial Provinsi Maluku Utara akan mencanangkan sebuah program inovasi dengan tajuk ‘Gasa Ma Tuala’, yang merupakan akronim dari Gerakan Sosial Menjadi Orang Tua Asuh.

Hal ini disampaikan oleh Susan E. Garusim, Kepala UPTD PSAA Budi Sentosa, ditengah kesibukan melakukan kesiapan pelaksanaan kegiatan, Sabtu (31/10) bersama staf nya di Kantor yang beralamat di Jalan Yos Sudarso, Ternate.

Susan menyebutkan, pencanangan ‘Gasa Ma Tuala’ ini adalah sebuah ajakan kepada masyarakat sekaligus untuk memfasilitasi kearifan lokal yang salama ini memang telah dipraktikan. Menurutnya, sejak dipercayakan oleh Gubernur memimpin Panti Anak, setiap bulannya selalu ada donasi yang diberikan oleh masyarakat kepada anak asuhnya, baik berupa penganan, barang maupun uang. Dimana jika diakumulasi, setiap bulannya kadang bisa mencapai Sepuluh Jutaan, bahkan lebih.

“Agar kontribusi masyarakat itu dapat bedampak secara langsung bagi anak, tiap anak sudah kita bukakan rekening, sehingga tiap donasi yang masuk, selain untuk menanggulangi kebutuhan anak-anak yang tidak ada pembiayaannya di Panti, sisanya kita masukkan ke tabungan mereka,” terang Susan.

Ibu satu Anak ini menambahkan, “Dengan adanya tabungan ini, kita berharap, pasca tinggal di Panti, anak-anak dapat melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi sebagai tambahan biaya mereka. Tentu kita berharap dan berupaya, agar pihak kampus juga bisa mengakomodir mereka dalam Beasiswa Bidik Misi,” ujarnya.

Dengan perencanaan serupa itu, Susan berharap agar setelah Pencanangan ‘Gasa Ma Tuala’ pada Senin (2/11) oleh Gubernur Provinsi Maluku Utara, program ini bisa mendapat dukungan dari semua komponen masyarakat.

“Sesuai namanya, ‘Gasa Ma Tuala’ ini dapat diartikan sebagai sebuah program untuk membangunn ikatan yang saling menguatkan, yang hadirnya dapat meringankan duka, menghapus luka, sekaligus sebagai amanah juga harapan akan masa depan yang lebih baik,” jelas susan.

Konsep sederhananya, tambah Susan, melalui ‘Gasa Ma Tuala’ kita ingin mengakomodir kearifan lokal masyarakat melalui partisipasi yang terintegrasi dengan program Pemerintah, sehingga bisa memberikan dampak yang lebih besar bagi anak-anak terlantar yang ada di Panti. Kita memulainya dari Panti Pemerintah, dan kedepannya ditargetkan bisa menjangkau semua Panti Swasta Milik Masyarakat.

“Sesuai regulasi, kita disini menyelenggarakan Layanan Rehabilitasi Sosial Anak Terlantar di Panti sebagai salah satu Urusan Wajib Pelayanan Dasar Bidang Sosial Pemerintah Provinsi. Target akhirnya adalah Keberfungsian sosial dari anak terlantar dapat dioptimalkan secara baik, sehingga anak-anak tersebut juga memiliki kesempatan yang sama untuk menggapai cita-cita mereka sebagaimana anak-anak lain pada umumnya,” harap Susan. (*)

spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

ASPIRASI NEWS

ADVERTORIAL

ASPIRASI SOFIFI

ASPIRASI TERNATE

ADVERTORIAL