Reporter: Dirman Umanailo
TERNATE,AM.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate akan memberikan Simbako kepada 15 ribu lebih Kepala Keluarga (KK) dan akan diantar langsung di setiap rumah yang telah terdata. Namun, penerima bantuan ini di luar dari penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT), dan diprioritaskan bagi keluarga yang belum menerima bantuan seperti tukang ojek, supir angkot, pekerja restoran, dan pekerja XXI Jatiland Mall Ternate. Hal ini dikatalan langsung oleh Wali Kota Ternate, Burhan Abdurahman kepada Wartwan, Rabu (29/4).
Kata Wali Kota, ketika bantuan ini disalurkan disetiap kecamatan, pihaknya akan melibatkan tim gugus penanganan Covid-19 agar bisa membantu untuk diberikan secara langsung ke masing-masing rumah yang sudah terdata. Dengan tujuan, menjauhi kerumunan bagi penerima bantuan.
“Bantuan simbakau ini, akan disalurkan di setiap kecamatan, dan kami akan melibatkan gugus tugas, karena bantuannya banyak, dan diantar setiap rumah,” ucap Wali Kota.
Orangn nomorsatu di Kota Ternate ini menuturkan, bantuan yang akan disalurkan yakni, Beras 10 Kg, Mi Instan, Telur, Minyak Goreng, Teh, Gula, sebagai kebutuhan sehari-hari.
“Pekerjaan pasti banyak, karena kami mengambil beras di perum bulog itu kebanyakan beras dengan berat 50 Kg semua, dan kami pisahkan 10 Kg sebanyak 15 ribu KK,” tuturnya.
Dikatakan, penerima bantuan ini diluar dari penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) karena bantuan ini difokuskan kepada pekerja yang sementara ini tempat kerja mereka di tutup sementara waktu seperti, supir angkot, tukang ojek, pekerja restoran, dan pekerja XXI.
“Sementara waktu para pekerja ini tidak dapat penghasilan seperti sebelumnya karena tempat mereka kerja ditutup sementara waktu, begitu juga dengan tukang ojek dan supir angkot karena penumpang sepi, pastinya mereka pulang di rumah, ini yang harus di prioritaskan,” terangnya.
Dia meminta kepada Dinas Sosial Kota Ternate, harus teliti bagi penerima bantuan jangan dampai terlewat, karena itu hak mereka yang harus diberikan.
“Harus teliti, jangan sampai terlewat. Kalau siapa yang sudah dapat sumbangan sebelumnya, tidak usah berikan tapi kepada keluarga yang belum mendapatkan bantuan itu,” pungkasnya. (∆)



