spot_imgspot_img

Pendukung dan Simpatisan Elang Kepung Kantor DPD I Golkar Malut

TERNATE,AM.com – Ratusan pendukung dan simpatisan Partai Golongan Karya Maluku Utara versi Edi Langkara mengepung Kantor DPD I Golkar Maluku Utara. Pengepungan ini dilakukan sejak pukul 15. 30, Minggu 15 Maret 2020.

Ketua Tim Edi Langkara (Elang), Abdul Karim Hasyim mengatakan, pengepungan kantor DPD I Golkar Malut itu sebagai bentuk protes terhadap Ketua DPD I Golkar Malut Alien Mus yang dinilai tidak becus memimpin Golkar Malut.

“Selain itu, kami juga kecewa terhadap keputusan sepihak oknum DPP yang datang menggelar musda,” kata Bang Chimot, sapaan akrab Abdul Karim Hasyim.

Menurut dia, aksi pengepungan ini akan dilakukan selama seminggu ke depan. Sebagai ekspresi kekecewaan terhadap kondisi Golkar Maluku Utara.

“Iya, selama belum ada perubahan keputusan DPP,” tutupnya.

Semula, ratusan massa pendukung dan simpatisan Golkar Malut versi Elang itu datang dengan menggunakan sepeda motor, pakai kaos dan umbul-umbul partai berlambang pohon beringin itu.

Massa pendukung lalu melakukan konvoi dari berbagai arah menuju kantor DPD I Golkar Malut, aksi konvoi itu berjalan tertib dan aman.

Pimcam dan Pimdes Datangi Rumah Sakir

Sementara itu, pimpinan kecamatan dan pimpinan desa Partai Golkar DPD II Halmahera Tengah mendatangi kediaman Sakir Ahmad, yang merupakan Ketua DPD II Golkar Halteng.

Mereka mendatangi rumah Sakir itu untuk mempermasalahkan pemecatan pengurus secara sepihak yang dilakukan Sakir. Mereka menganggap apa yang dilakukan Sakir adalah bentuk tindakan otoriter.

Wakil Ketua OKK DPD II Partai Golkar Halteng Aswar Salim mengatakan, sesuai prosedur yang berlaku setiap pengambilan keputusan harus melibatkan pengurus yang lain.

“Mengambil kebijakan tanpa melibatkan pimcam dan pimdes serta pengurus DPD Halteng dalam menghadapi Musda DPD I Golkar Malut ke VI” tukasnya.

Puluhan Pimcam dan Pimdes DPD II Partai Golkar Halteng itu mendantangi kediaman Sakir sekitar pukul. 14. 00 WIT, Minggu 15 Maret 2020 namun tak berhasil menemui Sakir. Sakir diduga berada dalam rumahnya dan tidak mau keluar.

Meskipun Pimcam dan Pimdes berteriak dan meminta Sakir keluar rumah menemui mereka, namun Sakir tetap saja mendiamkan diri dalam rumah. (∆)

spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

ASPIRASI NEWS

ADVERTORIAL

ASPIRASI SOFIFI

ASPIRASI TERNATE

ADVERTORIAL