spot_imgspot_img

Genjot Bangun Masjid Raya Sofifi, Santrani: Tetap Ikut Mekanisme

SOFIFI,AM.com – Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Malut, gencar membangun pembangunan Masjid Raya Sofifi, sesuai permintaan Gubernur Malut  Abdul Gani Kasuba, karena di Tahun 2021 mendatang Ibu Kota Sofifi menjadi tuan rumah Seleksi Tilawatil Quran (STQ) tingkat nasional.

Kepala Dinas PUPR Malut, Santrani Abusama kepada wartawan mengatakan, PUPR akan memaksimalkan pembangunan Masjid Raya Sofifi, dengan harapan bisa dipakai untuk STQ di Tahun 2021.

“Kenapa harus secepatnya diselesaikan, karena di Tahun 2021 Insya Allah Maluku Utara menjadi tuan rumah STQ Nasional,” kata Santrani, Rabu (26/2/2020).

Menurutnya, meskipun Masjid Raya Sofifi harus dikerjakan secepatnya, tetapi harus melalui mekanisme pekerjaan atau sesuai dengan aturan. Maka dari itu, dia meminta kepada wartawan dan masyarakat harus mengawasi pelaksanaan pembangunan.

“Kami tidak mau kerja harus cepat, tapi melanggar aturan, tapi yang kami mau itu, kerja cepat tapi tidak melanggar aturan,” ujarnya.

Santarani menuturkan, pekerjaan harus diselesaikan tepat waktu, karena dihitung mulai pelelangan tender selama satu bulan, jika dilaksanakan pada bulan Maret, pasti bisa diselesai waktu pekerjaan. Dengan asusmsi waktu pelaksanaan pekerjaan terhitung selama 12 bulan atau satu Tahun tetapi dipakai hanyalah delapan bulan.

“Meskipun sebagian belum selesai tapi menurut saya bisa dipakai, nanti baru bisa diselesaikan secara keseluruhan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, mantan Kadis Perkim Malut ini menyapaikan, tahap pertama disiapkan adalah pembangunan Masjid-nya. Untuk fasilitas pendukung dilanjutkan tahap ke dua. Kenapa dilakukan tahap ke dua, karena dalam aspek anggaran mencapai Rp 38 miliar, dengan total secara keseluruhan Rp 40 miliar untuk dipakai pengawasan dan perencanaan dan sebagainya, itu dipakai untuk badan Masjid agar bisa selesai.

“Untuk sementara ini, kami masih persiapkan lelang, kemungkinan lusa telah disiapkan, karena ini sudah diserahkan ke ULP dan bisa diproses,” tuturnya.

Dikatakan, pekerjaan pembangunan sedikit terlambat karena ada Review Design model Masjid ala Turki. Sebab Gubernur Malut meminta bahwa pembangunan Masjid Sofifi harus ada perpaduan dengan kebudayaan yang ada di Maluku Utara.

“Sembari menunggu Rekayasa Lapangan dan Kaji Ulang Desain (Review Design), maka saat ini kita masih memakai gambar awal dengan kolom yang sudah didesain sekarang,” ucapnya.

Pembangunan Masjid Raya Sofifi Bisa Dipakai Konsep Babari Kata Santrani, Masjid Raya Sofifi bukan saja milik Pemrov melainkan milik masyarakat Maluku Utara. Maka dengan waktu yang tertentu akan dibuat konsep babari atau gotong royong agar semua merasa memiliki dengan pembangunan suci ini. Bagi pegawai atau masyarakat bisa membantu dalam pekerjaan asalkan jangan dibantu dengan anggaran.

“Masyarakat atau pegawai bisa membatu asalkan jangan dibantu dengan uang,” terangnya. (dmn/adv)

spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

ASPIRASI NEWS

ADVERTORIAL

ASPIRASI SOFIFI

ASPIRASI TERNATE

ADVERTORIAL