spot_imgspot_img

Pelayanan Buruk, PT ASDP Cabang Ternate Digugat

TERNATE,AM.com – Merasa dirugikan karena pelayanan transportasi angkutan laut Fery Indonesia milik PT. ASDP Cabang Ternate, Direktur ARMY LAW FIRM Rusdi Bachmid, S.H.,M.H mengajukan gugatan dengan dugaan perbuatan melawan hukum (onrechtmatige daad),  di Pengadilan Negeri Ternate, Nomor perkara : 17/Pdt.G.S/2019/PN.Tte tertanggal 21 Agustus 2019.

Hal ini disebabkan karena adanya tindakan diskriminasi yang dilakukan oleh PT.ASDP Cabang Ternate beberapa waktu lalu, terhadap rombongan advokat ARMY LAW FIRM yang akan menyebrang menggunakan jasa transportasi PT.ASDP dengan tujuan pelabuhan Sofifi.

Rusdi menyebutkan, permasalahan ini bermula pada tanggal 14 Agustus 2019, saat itu rombongan advokat ARMY LAW FIRM yang berencana akan berangkat ke Halmahera Utara dan Halmahera Barat, untuk menghadiri beberapa kegiatan penandatangan MoU dan pendampingan Hukum harus terhambat karena pelayanan Fery yang buruk membuat mereka tidak bisa berangkat sesuai dengan jadwal yang ditentukan, padahal sudah antri satu hari sebelum keberangkatan.

“Pada tanggal 13 Agustus 2019, pukul 22:00 WIT kendaraan yang akan digunakan oleh tim dibawa ke pelabuhan fery bastiong milik PT.ASDP Cabang ternate untuk mendapatkan antrian keberangkatan, saat sampai di pelabuhan fery milik PT.ASDP cabang ternate, kendaraan dengan nomor polisi DG 8254 KB mendapatkan antrian pada baris ke dua atau pada nomor 5 antiran kendaraan saat itu, yang berdasarkan perhitungannya, kendaraan tersebut akan mengikuti jadwal keberangkatan besok pagi pada tgl 14 agustus 2019 menggunakan KMP. BARONANG pada pukul 06:30 WIT,” ujar Udhy (sapaan akrabnya) usai mengajukan gugatan.

Meskipun telah melakukan antri sehari sebelum keberangkatan, keesokannya tepat pda tanggal 14 Agustus 2019, pukul 06:20 WIT saat kendaraan diperintahkan naik ke KMP BARONANG, kendaraan milik tim advokat Army bukannya disuruh naik oleh Petugas / Karyawan PT.ASDP Cabang ternate. Namun disuruh untuk kembali parkir di samping dermaga, agar kendaraan dibelakangnya dapat segera naik, alasan petugas bahwa prioritas kendaraan kecil naik duluan.

“Sampai pada pukul 07:00 WIT, kendaraan milik tim advokat Army belum juga diperintahkan naik ke KMP Baronang, setelah beberap menit kemudian atau tepat pukul 07:15 WIT baru diketahui oleh driver kami bahwa kapal KMP BARONANG telah terisi penuh dengan kendaraan roda 2, roda 4 maupun roda 6. Dimana kendaraan tim tidak dapat berangkt dengan jadwal keberangkatan yang telah direncanakan sebelumnya,” ungkapnya.

Padahal urutan antri kendaraan tim berada pada posisi ke 5 antrian mobil / baris kedua dan telah memiliki ticket keberangkatan, yang seharusnya ikut dengan jadwal keberangkatan pertama KMP Baronang dari Ternate menuju Sofifi.

“Tindakan PT.ASDP Cabang ternate, jelas menyalahi aturan sebagaimana diatur dalam UU No 8 tahun 1999 tentang Konsumen, dalam pasal 4 huruf G menyebutkan ‘hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif’ dan Huruf H menyebutkan ‘hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian, apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Udhy menyebutkan, budaya antri  dibuat dengan tujuan agar pada saat pemuatan nanti kendaraan yang akan naik ke kapal teratur atau dengan kata lain sesuai posisi antrian, akan tetapi hal ini diabaikan oleh petugas PT.ASDP Cabang Ternate.

“Bagaiman bisa keendaraan yang berada di belakang naik duluan, dan kami yang berada di depan tidak mendapatkan space di kapal. Ini jelas omong kosong,“ cercanya.

“Kami tidak mengatakan oknum petugas menerima tip, namun peluang untuk melakukan itu sangat besar, jika pemuatan kendaraan dilakukan berdasarkan kebijakan petugas di lapangan bukan berdasarkan budaya antri,” lanjutnya.

Atas perbuatan PT.ASDP ini, mengakibatkan salah satu agenda yang sudah direncanakan oleh tim advokat saat itu menjadi batal, salah satunya yaitu pendampingan yang akan dilakukan di Kabupaten Halmahera Barat.

“Dan ini jelas menimbulkan kerugian baik materil maupun imateril,” tegasnya.

Sementara itu, General Manager PT ASDP Cabang Ternate, Umar Imran Batubara saat dikonfirmasi via WhatsApp untuk memberikan tanggapan, dirinya enggan berkomentar dan menyebutkan kalau belum mendapatkan informasi soal gugatan tersebut.

“Sementara tidak dikomentari karena tidak ada info mengenai masalah tersebut ke kantor atau ke saya. Nanti saya konfirmasikan ke petugas ops,” singkatnya.  (*)

 

 

 

spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

ASPIRASI NEWS

ADVERTORIAL

ASPIRASI SOFIFI

ASPIRASI TERNATE

ADVERTORIAL