Akademi Maritim Pembangunan Melakukan Pembohongan

Reporter: Dirman Umanailo


TERNATE, AM.com – Akademi Maritim Pembangunan yang selama ini belum memiliki legelitas izin yang jelas sehingga mahasiswa yang berada di kampus tersebut terus mendesak terkait dengan Ijazah yang belum di terima dan uang semester maupun anggaran sarana prasaran.

Sebab, anggran yang dipatokan ke setiap siswa sesuai dengan jurusan yang diguluti, namun anggaran yang diberikan oleh mahasiswa begitu besar tapi hasil akhirnya tidak sesuai dengan keinginan mereka.

Buktinya, sampai sejauh ini Mahasiswa yang sudah di wisudahkan belum mendapat ijazah dari pihak kampus.

Padahal, Bendahara Yayasan Akademik Maritim Pembangunan, Nurbaya Syarif M Taher saat di konfirmasi media ini, Selasa (12/3) mengatakan, untuk anggaran harus dibayar oleh Mahasiswa sesuai dengan jurusan mereka yakni jurusan KPN persemeter (6 bulan) Rp1.700.000, Nautika Rp.1.900.000, dan Tehnika Rp.1.900.000. Sedangkan anggaran sarana prasaran Rp.11.300.000, dan anggaran Wisudah sekaligus dengan saragam Rp.18 Juta.

“Anggaran yang diberikan oleh Mahasiswa untuk keperluan kampus yakni, sewa bangunan, membayar dosen perorang sesuai dengan berapa kali pertemuan, karena di hitung satu kali pertemuan Rp.75 ribu. Kalau anggara untuk sewa bangunan saya tidak tahu, kalau tanya di Rektor,”katanya.

Sedangkan jumlah mahasiswa sendiri, kata dia, harus ke BK karena mereka lebih mengetahui terkait dengan jumlah mahasiswa secara keseluruhan. Yang di takutkan jangan sampai bertabrakan dengan jumlah mahasiswa yang ada di kampus. Karena, yang di ketahui bahwa jumlah semeter tiga 5 orang smester lima 10 orang, dan Smester tujuh 10 orang.

Anggaran yang dirincikan oleh bendahara kampus bertolak belakang dengan Mahasiswa yang baru saja diwisudahkan pada Tahun 2017 pekan lalu, mau itu dari anggaran semester, anggaran sarana prasarana, dan anggaran wisuda.

Buktinya, salah satu alumni Akadimika Maritim Pembangunan jurusan KPN yang tak mau di korankan namanya mengatakan, kalau untuk anggrann wisuda mencapai Rp.18 Juta, persemeter Rp.1.750.000, sarana prasarana untuk jurusan KPN Rp.15.950.000, untuk jurusan Neutika 16.950.000.

Dengan anggaran yang dikeluarkan begitu banyak sehingga, lanjut dia, sejumlah Mahsiswa dan Alumni akan membuat pernyataan dengan Direktur Akadimika Maritim Pembangunan Budi Sanif, di Polsek Selatan Kota Ternate, agar masalah ini dapat di seriusi oleh pihak kampus. Sebab, kebanyakan Mahasiswa meminta uang smester dan uang sarana prasarana harus dikembalikan.

“Karena jumlah Mahsiswa di kampus tersebut cukup banyak, dan tidak sama dengan Bendahara kampus katakan. Memang saya tidak mengetahui jumlah siswa secara keseluruhan tapi yang saya tahu jumlah Mahasiswa mencapai ratus,” pungkasnya. (*)

spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

ASPIRASI NEWS

ADVERTORIAL

ASPIRASI SOFIFI

ASPIRASI TERNATE

ADVERTORIAL