Diduga Lecehkan Umat Nasrani‚ Dua Pendeta Ini Tuntut Bupati Morotai

Reporter : Maulud Rasai

 

MOROTAI‚ AM.comIsu penistaan agama yang di sampaikan oleh bupati Kabupaten Pulau Morotai Benny Laos terhadap umat Nasrani mendapat kecaman masyarakat terutama umat Nasrani. Ini terlihat saat Aksi unjuk rasa (Unras) yang di lakukan oleh ASN, Mahasiswa dan Masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Morotai Bersatu (KMMB) di depan kantor Bupati Pulau Morotai itu dibuka-bukaan oleh salah sejumlah Pendeta yang ada di Pulau Morotai yang merasa Agamanya di lecehkan oleh Bupati.

Pendeta Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI) asal Morotai, Kostan Rein Padosa, S, Th, yang bertindak sebagai Penginjil itu mengatakan, bahwa dirinya merasa menangis melihat masyarakat morotai yang di tindas dari berbagai sudut, sehingga dirinya mengajak pada kaum Nasrani agar dapat menyauhkan barisan untuk melawan Bupati Benny Laos.

“Mari kaum Nasrani kita satukan barisan, karena kita sudah cukup di Hina oleh saudara Benny Laos, dengan mengatakan 2018 sudah tidak lagi ada pembangunan gereja, dan gereja-gereja harus di tutup, karena gereja tidak menjamin kita ke Suurga dan hanya menghabiskan Anggaran Daerah, memang gereja tidak menjamin kita masuk surga masa bangunan ko jamin kita ke surga, tetapi kita selaku umat yang beragama yang meyakini Tuhan harus bagun gereja sebagai wadah tempat kita beribada kepada Tuhan, kita harus bangun Gereja karena kita bangun gereja tidak minta uang dari Benny Laos,”koar Kostan Rein Padosa, dalam orasinya, Rabu (21/11/2018).

 

Menurutnya, Sorang kepala Daerah (Bupati) tidak seharusnya berkata demikian, karena Kepala Daerah hanya berkepentingan mengelola Birokrasi bukan mengintervensi agama-agam. “Mari bapak ibu dan saudara-saudara umat Nasrani mari kita bersatu untuk buat satu penolakan untuk benny laos, kalau Buapti mengintervensi agama maka itu salah dan keliru sehingga patut untuk di lawan, sebab ini adalah penghinaan yang sangat besar, jika kita biarkan maka kita ini terlalu bodoh,”tegasnya.

Selain Pendeta Kostan Rein Padosa, hal serupa pun dikecam oleh Pendeta Gereja Kristen Protestan Injil Indonesia (GKPII) asal Morotai, Adnis Iwisara, S,Th, dimana dalam orasinya mengatakan, Pernyataan Bupati Benny Laos terkait dengan Gereja harus di tutup dan tidak adalagi pembangunan gereja serta Pendeta tidak lagi harus menerima persemahan itu dirinya merasa dilecehkan selaku Pendeta. karena selaku pendeta umat kristen kita berusaha membina mental, membina iman agar kita bisa bergandeng tangan bersama-sama membagun negeri ini, tapi dalam kenyataannya, ada oknum tertentu yang tanpa ia sadari ia dengan sengaja menabur dan menghalangi pekerjaan kami sebagai pendeta, kita mengajak umat untuk ke gereja seperti yang di ajarkan oleh ajaran islam yang harus ke Mesjid, tapi jika melarang para umat bergerja dan membain gereja itu apakah sesuai dengan ajaran pancasila.

“Sesungguhnya orang tersebut menentang Pancasila, dimana Bunyi dari sila itu adalah Ketuhanan yang Maha Esa, kalau dia menentang Pancasila maka dia adalah Musuh Negara,”tegasnya.

Menurutnya, Pancasila adalah dasar negara kita, yang kita perjuankan dengan darah yang bercucuran, tapi ada segelintir orang yang tanpa ia sadari ia menentang pancasila,”maka atas dasar Hukum, saya secara pribadi menentang Orang ini (Benny), dan kita semua harus melawan orang ini, kenapa, karena ini di larang oleh agama mana pun dan dilarang oleh Konstitusi Negara Repubik Indonesia,”tegasnya kembali.

Selain itu, ia juga mengajak kepada seluru kaum Nasrani dan masyarakat morotai, untuk melawan hal ini. “Hari ini saya mengajak kepada bapak itu sekalian, maro sama-sama kita perangi ini sama-sama, karena inj musu masyarakat, ini musuh negeri, dan ini musu NKRI dan Musuhnya Pancasila, dan saya menentang secara keras, saya menolak keras, karena jangan melecehkan saya dengan profesi saya sebagai pendeta, karena benny laos tidak memberikan makan kepada saya, maka jangan ejek Profesi saya, tujuan saya agar umat saya berbakti di tempat ibada, supaya merwka tenang, mereka damai dan bersama-sama bergandengan tangan membagun morotai yang kita cintai ini,”tuntasnya.

Sementara itu‚ terpisah Bupati Pulau Morotai, Benny Laos saat dikonfirmasi terkait penistaan agama yang dialamatkan kepada dirinya membantah tudingan tersebut. Bahkan dirinya menuturkan, bahwa tidak pernah ucapkan kalimat untuk bubarkan gereja.

“Tidak bisa pemerintah tutup rumah ibadah, justru sekarang saya lagi perbaiki banyak gereja. Tahun ini ada 55 rumah ibadah yang di tuntaskan lewat dana CSR, “terang Bupati singkat.

spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

ADVERTORIAL

ASPIRASI NEWS

ASPIRASI TERNATE

POLMAS

NASIONAL

DUNIA