Ratusan Massa Aksi UMMU Desak Warek III Turun Jabatan

Reporter : Dirman Umanailo

 

TERNATE‚ AM.comRatusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi gerakan mahasiswa universitas Muhammadiyah kembali menggelar aksi di lingkungan kampus. Namun aksi kali ini mereka menuntut agar pihak kamlus mencabut rekomendasi skorsing 10 orang mahasiswa karena dinilai tidak sesuai.

Ratusan mahasiswa muhammadiyah melakukan demonstrasi ini betul-betul ekstrim karena pemboikotan kampus ini untuk menghentikan proses belajar mengajar. Terlihat pantauan Aspirasimalut.com pada Selasa (30/10/2018) di kampus UMMU, ada salah satu Mahasiswa memanjat tiang bendera untuk menurunkan bendera merah putih menjadi setengah tiang, karena menurut massa aksi ketika bendera turun menjadi setengah tiang itu pertanda kampus lagi dalam kondisi buruk atau darurat.

Bukan saja itu, massa aksi pun membakar spanduk kampus, melempar kaca kampus, dan saling baku pukul antar Dosen dan Mahasiswa. Dan pihak keamanan kampus pun tidak bisa berbiat apa-apa sebab massa aksi terlalu banyak untuk diamankan
Koordinator lapangan (Korlap) Sadam Safar saat di konfirmasi oleh koran ini mengatakan, aksi yang di bangun agar pihak universitas mencabut kembali rekomendasi skorsing yang di layangkan oleh komisi disiplin mahasiswa (Komdis), karena menurut pengkajiannya. Karena surat tersebut hanya di keluarkan sepihak tanpa membangun koordinasi dan komunikasi dari tingkatan rektor serta fungsionaris lainnya, olehnya itu menurut pencermatan ini tidak logis dan djuga mencurigai jangan samapi ada indikasi lain yang berbaur politik.

“Kenapa IMM itu bukan organisasi yang bisa menopang agreditas fakultas maupun universitas, tetapi bisa di izinkan untuk membuat berbagai kegiatan, sedangkan kegiatan fakultas demi melengkapi akriditas malahan di marginalkan,”ungkapnya.

Olehnya itu di dalam salah satu poin propoganda, mereka meminta agar, selaku Warek III turun dari jebatannya, dan juga meminta dosen yang bergabung di dalam partai politik yang siap mencalonkan diri sebagai legislatif segara di pecat, sebab menurut mereka kampus itu salah satu wahana pendidikan bukan ruang para parpol.

Sementara warek III di mintai untuk memberi komentar soal aksi beliau tidak mau, dia menyuruh nanti minta komentar ke warek I, padahal yang membidangi kemahsiswaan adalah warek III bukan warek I. Sehingga sampai saat ini, tuntutan mereka belum lagi di akomodir oleh pihak kampus.

spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

ADVERTORIAL

ASPIRASI NEWS

ASPIRASI TERNATE

POLMAS

NASIONAL

DUNIA