Bupati dan Kadistan Kepsul Monev Jalan Tani Produksi

 

Reporter : Rusdianto Umagapi

 

SANANA, AM.comDalam mewujudkan sentra produksi dari hilir ke hulu, Dinas Pertanian (Distan) kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) terus meningkatkan infrastruktur khususnya jalan tani. Sehingga itu, Sabtu (13/10/2018) bersama bupati Hendrata Thes melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) kegiatan pekerjaan jalan Tani dan produksi di Desa Pastina dan desa Wailau, kecamatan Sanana.

Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Kepsul, Idris Ahmad Baguna kepada reporter aspirasimalut.com, Minggu (14/10/2018) menuturkan, pelaksanaan Monev tersebut bertujuan untuk mengetahui sampai sejauh mana progres dari kegiatan yang dilaksanakan secara swakelo oleh kelompok tani melalui dana Alokasi Khusus Kementerian Pertanian.

Pelaksanaan monitoring dan evaluasi di desa Pastina dan desa Wailau kecamatan Sanana

“Dari hasil Monev itu, semua kegiatan berjalan dengan baik dan sesuai dengan petunjuk Teknis penggunaan dana alokasi khusus (DAK) Kementerian Pertanian tahun anggaran 2018,”jelasnya.

Ia menambahkan, dengan adanya program pekerjaan jalan tani dan produksi, masyarakat lebih fokus pada peningkatan hasil produksi pertanian. Sebab, kata Idris, kepedulian pemerintah daerah (Pemda) hingga menyetuh ke masyarakat tani sangat di harapkan.

“Para kelompok tani menyampaikan terima kasih kepada Bupati Kepulauan Sula bapak Hendrata Thes ditengah kesibukan atas tugas-tugas sebagai kepala daerah, tapi masih sempat memperhatikan kebutuhan para kelompok tani dengan mengalokasikan anggaran untuk kegiatan jalan usaha tani maupun jalan produksi serta pompanisasi dan embun,”tukasnya.

Kadistan Kepsul, Idrus Ahmad Baguna saat melaksanakan pengendalian Hama Saxena di pohon kelapa milik warga desa Waigay kecamatan Sulabesi Timur

Sementara di lokasi terpisah, lanjut Kadistan, bahwa pihaknya juga melaksanakan pengendalian hama Sexava di desa Waigay, kecamatan Sulabesi Timur dan juga ada di kecamatan Sulabesi Barat.

“Kami juga melaksanakan kegiatan pengendalian hama Sexava, karena banyak tanaman kelapa sudah terserang hama tersebut. Kemudian juga dalam tahun ini dilaksanakan kegiatan pengendalian hama babi di bebrrapa desa dlm wilayah kbupaten kepulauan Sula,”terangnya.

Disebukan pula, bahwa hama Babi ini merupakan hama utama yang menyusahkan dan merugikan masyarakat khusus petani. “Saya kira luar biasa bapak bupati sangat memperhatikan masyarakat teruratama masyarakat petani. Kegiatan pengendalian hama sexava tersebut dilaksanakan di kecamatan Sulabesi Timur dan Sulabesi Barat,”pungkasnya.

Dinas Pertanian Kepsul Saat Pengendalian Hama Saxena di Desa Waigay.
spot_imgspot_img

ADVERTORIAL

ASPIRASI NEWS

ASPIRASI TERNATE

POLMAS

NASIONAL

DUNIA