Harga Barito Di Kepulauan Sula Melambung Tinggi

Reporter : Dirman Umanailo

TERNATE, AM.comLonjakan harga Bawang, Rica, dan Tomat (Barito) di kabupaten Kepulauan Sula melambung tinggi. Sebab dari beberapa komoditas didatangkan dari luar daerah, kebanyakan pangan segar Hortikultural. Olenya itu, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskomperindag) akan berkoordinasi dinas Pertanian untuk dilakukan pembinaan kelompok tani lokal.

“Lonjakan harga di pasar naik, sebab dari beberapa komoditi yang didatangkan dari luar daerah seperti pangan segar Hortikultura. Inilah penyebab terjadinya lonjakan harga khususnya Barito,”kata Kadis Diskoperindog Kepsul, Bakir Abd. Rauf saat dikonfirmasi reporter www.aspirasimalut.com, di Gedung Bank Indonesia, Kamis (3/4/318) siang tadi.

Ia menjelaskan, pangan segar hotikultura seperti rica besar Rp30.000/kg, rica kecil Rp50.000/kg, cabe keriting Rp40.000-50.000/kg untuk bawang merah Rp45.000/kg, bawang putih Rp45.000/kg dan tomat Rp10.000-15.000/kg dan bahan dapur tesebut diambil dari Luwuk dan Manado.

Sedangkan ketersediaan cabe yang di datang kan mencapai 3-5 ton, begitu juga dengan ketersediaan bawang mencapai 30 ton. Namun ketersediaan yang banyak tidak memenuhi target, sebab konsumsi masyarakat lebih tinggi dibandingkan stok yang tersedia.

“Karena tingkat permintaan dan penawaran itu tidak sebanding, terjadi kolonjakan harga karena nilai konsumsinya itu tinggi,”katanya.

Lonjakan harga bari yang bigitu naik maka harus ada jalur koordinasi ke dinas pertanian, untuk melibatkan masyarakat agar bisa menanam tumbahan holtikutura. “Agar jangan kita berharap dengan stok dari luar daerah. Apalagi ongkos untuk biaya distribusi, biaya angkutan, pasti saja nilainya akan tinggi,”ucapnya.

Ujar dia, Sekarang sudah ada upaya dari dinas pertanian, dan sudah di laporkan kepada disperindak bahwa lahan-lahan yang berada di kabupaten Sula sudah di persiapkan untuk petani barito. “Upaya ini untuk dipersiapkan datangnya bulan puasa dan lebaran, supaya tidak ada kelonjakan harga yang lebih tinggi,”imbuhnya.

“Dikoperindag hanya melihat stok yang berda di pasar, ketika harganya naik maka kita akan berupaya untuk bisa mengurangi melalui dinas pertanian agar bisa memajukan petani-petani local untuk bisa memajukan petani daerah,”tutupnya.

spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

ADVERTORIAL

ASPIRASI NEWS

ASPIRASI TERNATE

POLMAS

NASIONAL

DUNIA