Resahkan Warga, Pemkot Ternate Diminta Hentikan Pembangunan Talud 

Reporter : Dirman Umanailo

Talud yang dibangun di RT 08 Kelurahan Tabona, Ternate Selatan/Foto :Choker

TERNATE, AM.comMemasuki musim penghujang sejak dua pekan ini, kekhwatiran akan terjadinya longsor mulai menghantui warga RT 8/RW 3 Kelurahan Tabona, Kecamatan Ternate Selatan. Rasa was-was ini bukan tanpa alasan untuk menghalangi pekerjaan pembangunan talud, namun tanah yang ada di bawah dan di atas rumah warga, sewaktu-waktu bisa longsor dan sudah memakan korban pada tahun lalu.

Terlihat, pembangunan talud yang dibangun itu hanya berjarak satu meter dibelakang rumah warga setempat.

Curah hujan yang lebat dan debit air yang tertampung di talud tersebut masuk dan menggenangi rumah warga, bahkan rumah warga sering tertimbun tanah akibat dari proses pekerjaan pembangunan talud yang diketahui milik pria asal Tiongkok.

Darmin H. Taher, warga setempat saat ditemui reporter www.aspirasimalut.com, Rabu (02/04/2018) pagi tadi, menuturkan tanah yang saat ini dibangun talud penahan tersebut dikethui milik orang cina, dan pekerjaannya sudah dilakukan sejak 3 (tiga) bulan lalu.

Kata dia, dampak dari pembangunan talud ini ketika datangnya musim hujan. Sebab ada sekitar 30 kepala keluarga (KK) yang rumahnya terancam kena longsor, dan rata-rata rumah mereka baru saja dibangun. “Dari sekian banyak KK di RT 8 kebanyakan perabot rumah tangga mereka rusak, begitu juga saya. Karena air hujan dari arah pembangunan ke rumah kami sampai mengakibatkan banyak peralatan rumah rusak,”ucapnya.

Bukan saja perabot rumah tangga yang rusak, lanjut Darmin, ada satu rumah juga tertimbun dari hasil gusuran pembangunan talud ini dan hanya dijanjikan akan dibangun kembali rumah warga yang tertimbun longsor tanah. “Ada satu KK di rumah itu yang tertimbun, tapi dari pihak mereka tidak perbaiki sampai saat ini,”ucapnya.

Dikatakan, sebelumnya warga setempat telah mengadukan hal itu ke pemerintah kelurahan dan Wali Kota Ternate. “Kami sudah buat pengaduan tapi tidak ada respon. Padahal, kami sudah duluan ke Polsek untuk minta jalur koordinasi, dan dari polsek sendiri tidak tindak lanjuti,”tukasnya.

Ia mengatakan, pihaknya sudah melakukan perlawanan kepada orang yang tender bangunan tersebut. Namun jadinya dimarahi oleh salah satu oknum TNI. “Kalau kita kasar mereka juga kasar, malahan di suruh untuk karyawan kerja kembali,”terangnya.

Plt. Wali Kota Ternate, Badullah Taher saat dikonfirmasi di ruang kerjanya

Sementara itu Plt. Wali Kota Abdulah Taher kepada wartawan saat dikonfirmasi diruang kerjanya mengatakan, bahwa bangunan Talud yang sudah dibangun sangat meresahkan warga. Sehingga itu akan dipanggil pemilik lahan. “Nanti kita panggil pemiliknya, semestinya membangun juga harus yang dipikirkan adalah keselamatan masyarakat yang mendiami disitu, jangan sampai makan korban dan masalanya semakin besar,”tuturnya.

Ia menegaskan, akan memanggil kepala dinas PUPR untuk memastikan pembangunan tersebut, dibangun oleh siapa. Agar dijelaskan dan mengantisipasi pembangunan tersebut tidak memakan korban akibat longsor seperti tahun sebelumnya. “Nanti saya meminta Dinas PUPR untuk memanggil proyek pelksanaannya, nanti kita caritau sapa pemiliknya nanti kita panggil,”ungkapanya.

“Nanti dilakukan panggilan terhadap Lurah Tabona untuk mencaritau pembangunan tersebut,”sambungnya mengakhiri.

Proses pembangunan yang sudah menjelang tiga bulan ini sampai saat ini pihak kelurahan terkesan lepas tangan. Bahkan, saat dikonfirmasi di kantor pemerintah kelurahan setempat tidak ada pegawai maupun lurah.

spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

ADVERTORIAL

ASPIRASI NEWS

ASPIRASI TERNATE

POLMAS

NASIONAL

DUNIA