Dekot Ternate Telusuri Gaji Diniyah, Ini Alasanya

Reporter : Dirman Umanailo

 

TERNATE, AM.comHari pendidikan tinggal beberapa hari lagi, namun hak-hak guru rasanya belum sepenuhnya terpenuhi dalam mengabdikan diri mencerdaskan generasi bangsa. Terutama pendidikan agama, apalagi kemerosotan akhlak bangsa seperti saat ini.

Olehnya itu, kiranya kesejahteraan guru semestinya menjadi perhatian pemerintah sehingga kualitas dan mutu pendidikan terus ditingkatkan.

Sehingga itu, hak-hak tenaga pengajar khususnya guru Diniyah di Sekolah Dasar (SD) kota Ternate yang sudah 3 (tiga) bulan tidak diberi gaji bakal ditelusuri oleh Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate.

“Guru Diniyah yang berada di kota Ternate harus dijaga. Gaji mereka jangan sampai ada keterlambatan. apalagi guru yang masih berstatus honorer, kan kasihan mereka sudah mengandikan diri, namun hak-hak mereka tidak dipenuhi,”kata Nurlela Syarif saat ditemui reporter www.aspirasimalut.com di Aula Gedung Unversitas Terbuka (UT) Ternate, Sabtu (20/4/2018).

Jika kewajiban guru sudah dipenuhi, menurut anggota komisi III, asal Dapil Kota Ternate Tengah ini, bahwa semestinya pemerintah kota Ternate melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) harus serius menjalankan program pendidikan Dinidiyah yang sudah terprogram dan telah dianggarkan melalui APBD.

“Tapi kita akan mendorong untuk gaji mereka secepat mungkin didapatkan. Ini juga akan mempengaruhi kualitas mengajar, makanya harus segera diberikan hak para guru ini,”tukasnya.

Yang menjadi keterlambatan ini kata dia, jangan sampai keselahan dalam administrasi yang belum memasukan absen kehadiran.

Ujar dia, keterlambatan gaji guru diniyah ini baru kali ini yang belum terbayar, berarti masih ada toleransi dari DPRD. Kalau sudah mencapi dua sampai tiga kali masih saja terlambat pembayaran berarti, Dekot melakukan kroscek apa masalahnya.

“Kalau keterlambatan ini baru satu kali pembayaran berarti masih bisa toleransi. Kalau dua sampai tiga kali korsek apa masalahnya sih,”ucapnya.

Selain itu, lanjut dia, Pemkot harus mendukung guru terutama guru diniyah yang masih berstatus honorer. jangan dizolimi gaji para guru. Karena gurulah yang membuat peserta didik cerdas. “Guru itu unjung tombak dan mereka itu adalah pahlawan,”ungkapnya.

Olehnya itu, kesejahteraan guru harus difukung oleh Pemkot Ternate. “Kalau gaji mereka tertunda pasti saja pemungutan itu secara diam-diam pasti terjadi, sedangkan itu adalah sesuatu yang terlarang,”pungkasnya.

spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

ADVERTORIAL

ASPIRASI NEWS

ASPIRASI TERNATE

POLMAS

NASIONAL

DUNIA