Jaksa Eksekusi Mantan Sekda Kepsul, Aisyah Alkatiri Disarankan Serahkan Diri

Reporter : Marjie

TERNATE, AM.comSempat menghirup udara segar hampir tiga tahun sejak divonis bebas majelis hakim tindak pidana korupsi pada Pengadilan Negeri (PN) Ternate, Senin (7/11/2016) silam. Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) kabupaten Kepulaun Sula (Kepsul) Arman Sangaji, sekira pukul 11.25 WIT, Kamis (15/2/2018) pagi dieksekusi oleh tim eksekutor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sanana, yang dipimpin Kasie Pidsus, Budi Hermansyah.

Selain mantan Pj. Bupati Pulau Taliabu ini, tim eksekutor juga meminta mantan bendahara Setda Kepsul, Aisyah Alkatiri untuk segera memyerahkan diri setelah divonis bebas majelis hakim yang dipimpin Martha Maitimu dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pada proyek pembangunan perluasan landasan pacu Bandara Emalamo Sanana, yang dianggarkan dalam APBD-Perubahan Kabupaten Kepsul Tahun Anggaran 2007 sebesar Rp1,5 milar lebih.

Kepada reporter www.aspirasimalut.com, Budi Hermansyah menuturkan, bahwa eksekusi yang dilakukan terhadap terpidana Arman Sangaji berdasarkan perintah Mahkama Agung (MA) dengan blangko P48 No PRIN 33/S.2.15/FU/02/218 yang diterima Kepala Kejaksaan (Kajari) Sanana, Banua Purba untuk ditindaklanjuti.

Dia menuturkan, dalam amar putusan Kasasi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU), juga diperintahkan untuk dilaksanakan eksekusi terhadap mantan asisten I Setda Kepsul Hi. Lukman Umasangji. “Beliau (Lukman) sudah meninggal dunia, jadi tidak dapat dilakukan. Kita lihat nanti seperti apa, kalau dimungkinkan dilakukan gugatan perdata ke ahli waris, akan kita lakukan,”ujarnya.

Dikatakan, pelaksanaan eksekusi terpidana Sekda periode 2007-2010 ini berjalan lancar. “Terpidana sangat koopertif, dan langsung menyerahkan diri ke jaksa untuk dieksekusi menjalankan hukuman penjara,”ungkapnya sembari menegaskan agar Aisyah Alkatiri untuk segera menyerahkan diri.

Sekadar diketahui, ketiga terpidana tersebut sebelumnya JPU dalam tuntutanya, menuntut Arman Sangadji selama 7 tahun penjara dan denda Rp. 200 juta subsider 3 bulan penjara, sementara Lukman Umasangadji selama 7,6 penjara dan denda Rp.200 juta subsider 6 bulan penjara sedangkan Aisyah Alkatiri 6 tahun penjara dan denda Rp. 200 juta subsider 3 bulan penjara.

Dimana ketiganya, terbukti secra sah dan meyakinkan terbukti melanggar pasal 2 dan pasal 3 jo pasal 18 ayat (1) huruf b UU Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sehingga itu, JPU mengajukan Kasasi ke Mahkama Agung (MA). Dan dalam amar putusan Kasasi MA No 914k/PIT.SUS/2017 tertanggal 20 Noveber 2017, menyatakan mengabulkan permohonan kasasi dari pemohon kasasi penuntut umum Kejaksaan Negeri Sanana, kepulauan Sula. Membatalkan putusan pengadilan tindak pidana korupsi pada pengadilan negeri ternate No 14/PIT.SUS/TPK/2016/PNPTT tertanggal 7 november 2016. Dengan sendirinya putusan pengadilan tipikor tidak berlaku lagi.

Mengatakan, tersangka Hi. Lukman Umasangaji, Arman Sangaji, dan Aisa Alkatiri SE. MM terbukti secara Sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama sama.

Sehingga itu, menjatuhkan pidana kedapa terdakwa masing masing 5 tahun penjarah, dan pidana denda masing masing Rp.200.000.000 dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak di bayar maka terdakwa mendapat pidana pengganti masing masing selama 6 bulan penjara.

Selain menghukum 5 tahun penjara, ketiga terdakwa juga dihukum untuk membayar uang pengganti sebasar Rp.162.155. 000 dengan ketentuan tida terdakwa tidak membayar uang pengganti paling lama satu bulan memperoleh hukum tetap harta benda dapat di sita oleh jaksa dan di lelang untuk menggantikan uang tersebut, dan apabila tidak ada harta benda untuk mencukupi dan membayar denda tersebut maka di ganti dengan pidana selama 1 tahun.

spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

ADVERTORIAL

ASPIRASI NEWS

ASPIRASI TERNATE

POLMAS

NASIONAL

DUNIA