Mahasiswa As-Siddiq Pertanyakan Anggaran Pembangunan Kampus

Reporter : Diman Umanailo

TERNATE, AM.comRatusan mahasiswa As-Siddik, Kota Ternate Provinsi Maluku Utara mengundurkan diri kampus IAI As-Siddik Kie Raha Maluku Utara. Pengunduran diri ratusan mahasiswa ini lantaran, sumber anggaran pembangunan kampus dinilai bermasalah sehingga itu pembangunan fasilitas kampu tidak memadai.

Buntut dari tidak adanya transparansi penggunaan anggaran pembangunan kampus ini, ratusan mahasiswa menggelar aksi di hadapan Rektorat STKIP meminta pertanggungjawaban ketua yayasan IAI As-Siddik Kie Raha Maluku Utara, H. Siddik Siokona, dan menuntut untuk mengembalikan uang pembangunan kampus.

Aksi yang digelar oleh Aliansi Mahasiswa Peduli Pendidikan terdiri dari dua kampus, Stkip dan As-siddik di depan Rektorat STKIP sekira pukul 09.20 WIT pagi tadi tidak seperti aksi di hari yang lalu ketika 13 dosen mengundurkan diri dari kampus As-siddik karena gaji selama satu semester atau selama enam bulan tidak di bayar.
Aksi ini untuk mengetahui pembangunan yang selama ini tidak di ketahui jelas dari dosen maupun mahasiswa, terkait dengan anggara pembangunan yang selama ini tidak trasparansi anggaranya.

Koordinator Lapanag (Korlap) Muhammad sale menuturkan, pembangunan As-siddik hanya bisa di janjikan oleh Haji Siddiq selaku pemilik yayasan, janji itu dikatakan tiga bulan lalu, akan di letakan batu pertama untuk kampus As-Siddik, “tapi pada saat ini belum ada pelatakan batu pertama yang di janjikan oleh beliau,”unjarnya.

Dia melanjutkan, begitu juga dengan anggaran pembangunan sampai saat ini tidak di ketahui dari dosen maupun mahasiswa, dan tidak ada penjelasan mengenai dengan uang pembangunan itu.

“kami merasa ragu dengan tidak keterbukaan dengan anggaran pembangunan yang masi di tutupi oleh Pa Haji Siddiq,” katanya.
“sedangkan uang pembangunan yang kami bayar di kemanakan ? sedangkan uang itu untuk pembangunan kampus. Kami merasa ragu dengan kampus baru dan mahasiswa baru pertama adalah kita sendiri. seharusnya di pertanyakan, tapi pa siddiq tidak ada respon dari aksi yang kita lakukan. Bukan saja anggaran pembangunan yang tidak jelas tapi fasilitasi kampus pun tidak memadai, maka dari itu penuntutan kami kembalikan uang pembangunan mahasiswa sebesar 2.500.000”tegasnya kepada www.aspirasimalut.com di hadapan kampus STKIP pada Rabu (2/7/2018).

Salah satu dosen As-Sidik saat dikonfirmasi oleh www.aspirasimalut.com mengatakan, pembangunan As-Sidik tidak ada samapai saat ini, dan belum ada penjelasan karena anggaran pun belum diketahui. “As-Siddik di dirikan dan berjalan selama 6 bulan masi memakai pembangunan STKIP,”ungkapnya.

“Selama ini mahasiswa hanya di bebankan dengan uang pembangunan sebesar 2.500.000 dan itu ada buktinya, tapi sampai saat ini tidak ada gambaran pembangunan. Pasti saja mahasiswa merasa resah dengan uang pembangunan yang tidak trasparansi oleh Pa Haji Siddiq,”terangnya.

spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

ADVERTORIAL

ASPIRASI NEWS

ASPIRASI TERNATE

POLMAS

NASIONAL

DUNIA