PKK Maluku Utara Serahkan Satu Kunci Rumah

Reporter : BL. Mayabubun

TIDORE, AM.com-Norma Ibrahim (46) warga kelurahan Kalaodi kecamatan Tidore Timur boleh dibilang paling beruntung dibandingkan dengan warga lainnya di kelurahan yang disebut negeri diatas awan ini. Betapa tidak, janda tiga anak yang ditinggal suami mendiang saya Mahmud sejak 2007 lalu, mendapat bantuan bedah rumah dari ibu-ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) provinsi Maluku Utara.

Norma yang keseharianya sebagai petani cengkeh dan pala itu, harus membiayai sekolah ketiga anaknya dan hidupnya seorang diri. Dimana, anak pertamanya saat ini melanjutkan pendidikan strata satu (S1) di Kota Gorongtalo, anak keduanya sedang sekolah di kota Ternate dan si bungsu jojaro (gadis) sematang wayangnya saat ini masih duduk dibangku SMA kelas X.

Penyerahan kunci rumah secara simbolis oleh ketua PKK provinsi Maluku Utara

Menurutnya, meski hidup susah dan memiliki rumah sederhana dan berkexukupan, pendidikan ketiga anaknya yang paling utama dibandingkan dengan membangun rumah baru. Sebab, dengan pendidikan pasti ketiga anaknya dapat memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.

“Sekolah itu paling penting, biar rumah sederhana yang utama itu anak anak busa sekolah,”ujar saat ditemui reporter www.aspirasimalut.com, Senin (5/2/2018) usai penyerahan kunci.

Dirinya pun tidak menyaka, tutur Norma bahwa dengan kehidupan yang serba kekurangan dan berada di daerah terpencil tidak akan mungkin mendapat bantuan untuk bedah rumah dari ibu-ibu PKP provinsi.

“Sungguh tudak yakin, karena saya berada di daerah yang terpencil jadi tidak mungkin akan medapat bantuan bedah ruma ini. Terima kasih ibu-ibu PKK provinsi yang sudah membantu saya,”kata Dia.

Sementara itu, ketua PKK provinsi Maluku Utara, Hj Faoniah Kasuba menuturkan bantuan bedah rumah tersebut berdasarkan kerja sama antara PKP Malut dengan pemerintah provinsi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Maluku Utara.

“Bedah rumah ini, karena kita ada MoU dengan Dinas PUPR dan ini bukan pertama kali tapi sudah dilakukan sejak tahun 2015. Kegiatan bedah rumah ini juga akan berkelanjutan seterusnya, dan pada tahun 2018 ini akan difokuskan batuan bedah rumah di kabupaten Kepulauan Sula,”ungkap Istri Gubernur Malut itu.

Dikatakan, bantuan bedah rumah merupakan bentuk kepedulian ibu-ibu PKK provinsi. Disebutkan, seperti bantuan bedah rumah milik Norma Ibrahim itu, karena cukup prihatin dengan ibu ini yang hidup cukup sederhadana, sementara harus membiayai tiga anak untuk menganyam pendididkan.

“Mudah mudahan apa yang kita berikan ini bisa dimanfaatkan dengan baik. Dan kalau sudah dibangun rumah, maka ibu ini hanya fokus untuk melihat pendidikan anak,”terangnya.

Disebutkan, sejak tahun 2015 lalu, batuan bedah rumah sudah sebanyak 6 unit karena setiap tahun dibangun 2 unit rumah. “Ini program yang akan berlanjut dan mendapat nilai ibadah.

Sehingga dibtahun ini juga akan dibangun 2 unit di Sula dan total pembanguan rumah ini total anggaran ini Rp 110 juta termasuk didalamnya juga dilengkapi dengan pebatnya baik tempat tidur maupun peralatan dapur,”pungkasnya.

spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

ADVERTORIAL

ASPIRASI NEWS

ASPIRASI TERNATE

POLMAS

NASIONAL

DUNIA