Proyek Gudang ICS Malitinting Senilai Rp 17 Miliar, Molor

Repoter : Ardian Sangaji

Papan proyek ICS

MABA, AM.comProyek pembangunan gudang beku terintegrasi atau Intergated Cold Stroge (ICS) kapasitas 100 ton di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Malitinting, Kecamatan Kota Maba, Kabupaten Halmahera Timur, berpotensi tidak terselesaikan sesuai tanggal akhir pekerjaan. Pasalnya, proyek senilai Rp 17 miliar lebih dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yang dianggarkan melalui APBN 2017 dan dikerjakan oleh PT Bintang Laguna Sulawesi, ini progres fisik bangunannya baru mencapai 30 persen.

Sementara tanggal selesai pekerjaan tinggal menghitung hari, yakni 30 Desember 2017. Hal ini diakui oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Halmahera Timur, Asmar Hi. Daud.

Asmar mengatakan, selaku ketua tim teknis proyek tersebut dirinya hanya melaporkan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan mengenai progres pembangunan sebagaimana fakta di lapangan. Kondisi pembangunan ICS ini memang benar diakui tidak sesuai yang rencana awal. “Dan saya sudah melaporkan soal perkembangan pembangunan proyek tersebut,” ungkap Asmar, Jumat (22/12/2017).

Sudah beberapa kali tim dari kementerian turun meninjau langsung proyek tersebut, dan hasilnya peninjauannya diakui sangat mengecewakan. “Seharusnya pembangunan sudah mencapai 90 persen, namun yang terjadi baru mencapi 30 persen dan saya sudah laporkan ke pusat,” jelasnya.

Selebihnya kata Asmar, jika proyek tersebut tetap tidak selesai hingga masa akhir pekerjaan, maka tergantung lanjut tidaknya proyek tersebut tergantung keputusan kementerian. “Apakah kedepan proyek ini dilanjutkan atau tidak tergantung dari pusat,” tandasnya.

Sekadar diketahui, proyek pembangunan gudang beku terintegrasi ini mulai dikerjakan sejak 28 Juni 2018. Sejak awal proyek tersebut sudah menunjukkan progres yang kurang maksimal karena lambannya pekerjaan yang ditangani PT Bintang Laguna Sulawesi. (azk)

spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

ADVERTORIAL

ASPIRASI NEWS

ASPIRASI TERNATE

POLMAS

NASIONAL

DUNIA