Seleksi TKD di Dinkes Morotai Dinilai Ilegal

Reporter : Maulud Rasai

MOROTAI, AM.comDinas Kesehatan Kabupaten Pulau Morotai dinilai sengaja menyembunyikan pelaksanaan tes tertulis untuk Perekrutan Tenaga Kontrak Daerah (TKD) untuk Bidan dan Perawat.

Pasalnya, pelaksanaan tes tersebut hampir secara keseluruhan masayarakat morotai tidak mengetahuinya, akhirnya, pada pelaksanaan tes, Sabtu (09/12/2017), hanya terdapat 120 orang yang di ikutsertakan dalam tes tertulis.”Dari 131 peserta yang mendaftar itu hanya 120 peserta yang ikut tes tertulis, dan dalam pelaksanaan tes ini hanya di lakukan tes tertulis dan tidak dilakukan tes wawancara karena yang di ikutsertakan itu sudah memiliki Surat Tanda Resgistrasi (STR) Kesehatan,”ungkap Ketua Pengawas Tes M. Taufik Ketika di Konfirmasi, Minggu (10/12/2017).

Bahkan tes TKD yang diselenggarakan di Sekolah Dasar (SD)  Ahmad Shukur itu pun membuat masyarakat di sekitaran itu panik, sebab, tanpa ada informasi tiba-tiba banyak orang yang berdatangan dengan menggunakan pakaian rapi (hitam putih).”Kami sangat kaget, tiba-tiba banyak orang yang datang, biasanya kalau ada kegiatan pemda atau kegiatan lain itu sebelum pelaksanaannya kami sudah tahu karena di informasikan,”ungkap sejumlah masyarakat di seputara lokasi tes yang menolak namanya di koran kan.

Bahkan hal ini pun dikeluhkan oleh Kepala Desa (Kades) Daruba Pante Abdul Raul Tariwi. Menurutnya, Tes TKD yang di selenggarakan oleh Dinas Kesehatan ini terlalu tertutup dan tidak di umumkan, sehingga banyak warganya yang memiliki pendidikan Bidan dan Perawat lulusan Manado dan Makasar itu tidak ikut tes tersebut karena tidak ada informasinya dari Dinas kesehatan.

“Saya Khawatir jangan sampai ada warga saya bertanya soal tes itu, saya mau jawab apa,? Apa lagi tes TKD ini sesuai dengan pernyataan Bupati Beny Laos kalau tes tersebut diprioritaskan itu putra dan putri daerah, jika ada yang ikut tes terdapat orang luar kira-kira Dinas Kesehatan bisa mempertangungjawabkan jika terjadi sesuatu,?.”keluhnya.

“Saya (Abdul Rauf) akan menyampaikan hal ini kepada Bupati Beny Laos, sebab, Tes TKD ini banyak masyarakat Morotai yang tidak mengetahuinya,”tambahnya

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Morotai Viktor Palembong Ketika di konfirmasi terkait dengan Kuota Penerimaan tenaga medis (Bidan dan Perawat) yang di butuhkan dirinya (Viktor) mengaku bahwa soal kuota bukanlah kewenangan Dinas Kesehatan tetapi itu adalah kewenangan Badan Kepegawaian Daerah (BKD).”Itu adalah Kewenangan BKD,”timpalnya.

spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

ADVERTORIAL

ASPIRASI NEWS

ASPIRASI TERNATE

POLMAS

NASIONAL

DUNIA