Tiongkok Dominasi Investasi di Maluku Utara, Bagaimana 2018?

SOFIFI, AM.comInvestasi dari Tiongkok sepanjang semester pertama tahun 2017 telah mendominasi perizinan di Provinsi Maluku Utara dari total 665 izin di berbagai sector, tercatat Penanaman Modal Asing (PMA) sudah mencapai Rp 1.615.900.000.000 per Januari-Oktober 2017 ini, sementara untuk Penanaman Modal Dalam Negeri hanya mencapai 1.615.900.000. Dinas Perizinan dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) mencatat, pada semester pertama sudah sebanyak 665 izin yang dikeluarkan di 9 sektor sudah menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 2.520.191.080. Meski didominasi investasi dari dari Tiongkok, PAD Maluku meningkat dibandingkan tahun 2016 lalu.

Kepala Dinas Perizinan dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) Nirwan MT. Ali, saat ditemui diruang kerjanya, Senin (4/12/2017), menuturkan, perbadingan di tahun 2016 misalnya, dari  8 item perizinan, mulai dari izin Perikanan, Izin Menggunakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) dan dan RPKA, Badan Lingkungan Hidup, Dinas Kehutanan, Dinas Energi dan Sumber Daya Miniral, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pertanian. “Dari 8 sektor ini, PAD kita pada tahun 2016 hanya mencapai Rp 1.953.137.780, dengan total nilai realisasi investasi untuk penanaman modal asing (PMA) Rp.3.966.891.052.900, Penanaman Modal  Dalam Negeri  (PMDN)  Rp.3.108.947.100 dengan total jumlah izin per Januari sampai Desember tahun 2016 sebanyak 582 izin,”ungkapnya.

Nirwan menambahkan, perbandingan untuk tahun 2017 dari Januari sampai Oktober 2017 sebanyak 665 izin. dengan sektor perizinan menjadi 9 sektor, sedangkan untuk PAD serta investasi di tahun 2017 semester pertama Rp 2.520.191.080. “Untuk total nilai realisasi investasi tahun 2017 Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp 1.615.900.000.000. dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) hanya mencapai Rp 1,615.900.000,”ujarnya.

Meski begitu, kata dia, untuk  semester II triwulan IV akan dilaporkan pada Januari 2018. Olehnya itu, menurutnya, peningkatan investasi maupun PAD lantaran beberap factor pendukung. “Seperti semua pelayanan sudah mulai satu pintu di DPMTSP, pelayanan perizinan sudah dilalukan secara online, pelayanan perizinan sudah mudah, pelayanan tidak berbelit-belit, pelayanan perizinan dengan biaya yang sangat murah,”terangnya.

Diakatakan, kelima inkator itu menjadi prasyarat dan dasar pengaruh terhadap peningkatan pendapatan dan investasi di daerah. Dia mengaku, untuk  lebih mengoptimalkan pelaksanaan pelayanan perizinan di DPMTSP Malut sebagai upaya mendatangkan investor maka akan dilakukan melalui sosialisasi, dan koordinasi secara intensif terhadap instansi terkait. “Koordinasi harus tetap dilakukan kepada isntasi vertika, Kabupaten/Kota di Provinsi Malut, menetapkan pelaksanaan promosi melalui penyampaian data base kepada dunia usaha, kemudian kerja sama bidang keamanan, dan melakukan pelayanan langsung kepada masyarakat melalui gerai  di 10 Kabupaten Kota di Provinsi Malut serta mengupayakan pelayanan perizinan dengan ketersediaan mobil keliling,”tukasnya.

Disentil terkait dengan Negara-negara mana saja yang dominasi investasi di Maluku Utara dan jumlah PMA selama tahun 2017. Nirwan enggan menyebutkan. “Pastinya investasi di Maluku Utara masih didominasi oleh China. Data pastinya berapa investasinya, akan disampaikan data resminyra,”kilahnya mengakiri. (blm)

spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

ADVERTORIAL

ASPIRASI NEWS

ASPIRASI TERNATE

POLMAS

NASIONAL

DUNIA