Ini Tiga Dokumen Yang Harus Dilengkapi Dishub dan Konsultan Bangun Bandara Bobong

TALIABU, AM.comUntuk mempercepat pembangunan Bandar Udara (Bandara) Salahakang Ahamad Hidayat Mus di 2018 mendatang, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pulau Taliabu bersama tim konsultan dari Universitas Trisakti melengkapi kekurangan berkas yang diminta kementerian perhubungan, yakni dokumen MSL, TTG,  dan penyilidikan atas tanah.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Pulau Taliabu, Ibrahim Tidore saat dikonfirmasi reporter www.aspirasimalut.com terkait perkembangan rencana pembangunan Airport di Taliabu, Senin (27/11/2017) siang, mengatakan, bahwa untuk memenuhi berkas yang diminta oleh kementerian perhubungan, pihaknya dan tim konsultan dari Universitas Trisaksi sejak dua bulan terkahir ini telah melakukan perampungan tiga dokumen yang diminta oleh kementerian perhubungan, yakni MSL, TTG, dan penyelidikan atas tanah. “Ada tiga dokumen yang harus kita siapakan lagi, seperti pengamatan MSL, TTG dan penyelidikan atas tanah,”ujar Ibrahim.

disebutkan pula, untuk memenuhi tiga dokumen tersebut, dirinya menargetkan tiga bulan kedepan, berkas-berkas itu sudah bisa dirampungkan dan diserahkan kepada kementerian perhubungan. “Target saya, tiga bulan kedepan bersama konsultan sudah siap dokumen-dokumen-Nya seperti yang diminta agar pembangunan satu-satunya Airport Provinsi Maluku Utara yang lebih dekat dengan transit Makassar ini,”tukasnya.

Selain itu ia mengakui bahwa, saat ini dirinya bersama konsultan menyiapkan masterpland tranportasi udara dalam kerangka transportasi multi moda dalam wilayah Kabupaten Kepulauan Sula. “Sesuai dengan apa yang menjadi terget kita nanti dalam Master Pland  ini, nanti akan memperkirakan, menganalisa atau menghitung seberapa besar kedepan jumlah volume penerbangan,”ungkapnya.

Sementara itu ketika disinggung  terkait dengan pembersihan lahan Bandara atau inklering  saat ini sedang berlangsung, itu berpengaruh atau tidak dengan adanya kekurangan tiga dokumen ini. Kata Ibrahim Tidore, sangat berpengaruh, olehnya itu dirinya berkoordinasi dengan bupati  Aliong Mus. “Terkait dengan kekurangan tiga dokumem saat ini sangat berpengaruh di inklering saat ini, tapi setelah koorndinasi dengan pusat dan bupati, maka kita sepakati untuk melanjutkan pekerjaannya,”ungkap Ibrahim.

Dalam kesempatan yang sama pihaknya juga berharap dengan interval waktu saat ini,  tiga dokumen pelangkap ini dapat diselesaikan, sehingga pembangunan bandara Salahakang Ahmad Hidayat Mus Bobong di 2018 dapat dilengkapi berkasnya. “Kita berharap, mudah-mudahan bisa, semua bisa terkoneksi dengan baik, lalu bisa nyambung. Saya mau bilang, sementara kita lagi bekerja, saya juga minta konsultan untuk dalam interval waktu tiga bulan ini, mudah-mudahan pekerjaan mereka bisa selesai,” harapnya. (yan)

spot_imgspot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

ADVERTORIAL

ASPIRASI NEWS

ASPIRASI TERNATE

POLMAS

NASIONAL

DUNIA